kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indonesia menjadi tuan rumah FHRM MEPSEAS Project


Senin, 25 Juni 2018 / 17:37 WIB
Indonesia menjadi tuan rumah FHRM MEPSEAS Project
FHRM MEPSEAS Project


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah dalam acara the First High-level Regional Meeting of Marine Environment Protection of South East Asia Seas Project, atau yang disingkat dengan FHRM MEPSEAS Project, yang diselenggarakan pada, 25- 27 Juni 2018 yang bertempat di Hotel Trans Resort Bali.

Kegiatan bernama Marine Environmental Protection of the Southeast Asian Seas Project (MEPSEAS Project) yang beranggotakan 7 negara yaitu, Cambodia, Indonesia, Malaysia, Filipina Thailand dan Vietnam.

Sementara pada Project lanjutan ini Myanmar akan ikut terlibat yang Myanmar sendiri baru terlibat pada project ini pada tahun 2018. Ada pun pertemuan ini merupakan kelanjutan dari International Maritime Organization (IMO) dan NORAD Project on ratification and implementation of IMO’s marine environmental conventions in sub-Asia region yang telah berlangsung pada tahun 2013 sampai dengan 2016 yang lalu di mana Indonesia mendapat dukungan terkait dengan aksesi Ballast Water Management Convention, 2004 (BWMC, 2004).

Pada Foundation Project ini, selain Anti-Fouling System (AFS) Convention, Indonesia juga terlibat aktif dalam pengajuan aksesi Ballast Water Management Convention, 2004 (BWMC) sehingga pada akhir tahun 2015 melalui Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2015 telah berhasil meratifikasi BWMC dimaksud.

Sesuai tujuannya untuk melanjutkan Foundation Project, MEPSEAS Project, yang mendapat 1 tambahan negara beneficiary yaitu Myanmar akan fokus pada implementasi instrumen-instrumen IMO dalam bidang perlindungan lingkungan maritim, yaitu AFS Convention, BWM Convention, MARPOL dan London Convention Protocol.

Sebelumnya, beberapa pertemuan telah dilaksanakan terkait MEPSEAS Project ini, misalnya: 2 kali videoconference pada 14 Februari dan 22 Maret 2018 ,pertemuan informal di sela-sela Sidang MEPC 72 di 10 April 2018, konsultasi nasional pada 16 Mei 2018 dan Rapat persiapan pembentukan National Task Force (NTF) pada 28 Mei 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×