kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.261   129,34   1,59%
  • KOMPAS100 1.166   20,61   1,80%
  • LQ45 839   9,13   1,10%
  • ISSI 294   6,16   2,14%
  • IDX30 435   3,74   0,87%
  • IDXHIDIV20 519   0,22   0,04%
  • IDX80 130   2,14   1,67%
  • IDXV30 142   1,06   0,75%
  • IDXQ30 140   0,04   0,03%

Induk Ikan diajukan jadi solusi ketersediaan ikan


Senin, 28 Agustus 2017 / 21:46 WIB
Induk Ikan diajukan jadi solusi ketersediaan ikan


Reporter: Choirun Nisa | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Kedatangan perusahaan pengolahan ikan besar asal Jepang, Itochu dikhawatirkan menyebabkan persaingan bahan baku ikan di antara perusahaan sejenis. Padahal, saat ini saja, pasokan ikan di Indonesia dianggap masih kekurangan.

Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Coco Kokartin Soetrisno mengatakan, induk ikan dapat menjadi solusi ketersediaan ikan di Indonesia. Pasalnya, induk ikan dapat memberikan lebih banyak bibit dibanding benih.

"Satu induk itu bisa digunakan selama tiga tahun. Sekali ia bertelur, ia bisa menghasilkan banyak benih," ujar Coco pada Senin (28/8) di Hotel Anvaya, Nusa Dua.

Coco menjelaskan, selama ini Indonesia lebih sering membeli banyak benih dibanding induk. Padahal secara keberlanjutan, lebih menghasilkan banyak benih dari induk ketimbang bibit. Satu benih biasanya hanya mampu menghasilkan satu ikan saja.

"Tapi, selain itu, tak hanya induk biasa saja, tetapi induk unggul dan bersih," tutur Coco.

Dengan adanya induk yang unggul, maka kapasitas benih ikan pun bisa mendapatkan tak hanya banyak tetapi pun sehat dan tak rentan dengan penyakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×