kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Industri baja berharap tarif listrik turun


Selasa, 19 Januari 2016 / 22:16 WIB
Industri baja berharap tarif listrik turun


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 29,7 per barrel belum bisa mendorong industri baja.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) Hadi Sutjipto mengatakan, penurunan harga minyak tidak berdampak langsung pada industri baja.

“Penurunan harga minyak membuat harga solar industri turun, dan PLN harusnya menurunkan tarif listrik industri,” kata Hadi, Selasa (19/1).

Sementara dari penurunan biaya produksi akibat turunnya harga solar, menurut Hadi, efeknya sangat kecil. Sebab penggunaan solar industri pada industri baja hanya di bawah 1%. Itu pun hanya digunakan untuk pembangkit jika listrik dari PLN mati.

Sedangkan untuk pemakaian listrik dan gas itu bisa 11% dari beban produksi. Itu sebabnya ia berharap PLN menurunkan tarif listrik agar bisa memangkas biaya produksi.

Di lain sisi, menurut Hadi, saat ini permintaan baja memang tengah mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan melemahnya nilai Rupiah, rendahnya harga baja dunia, serta melambatnya perekonomian Tiongkok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×