kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Industri baja berharap tarif listrik turun


Selasa, 19 Januari 2016 / 22:16 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 29,7 per barrel belum bisa mendorong industri baja.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) Hadi Sutjipto mengatakan, penurunan harga minyak tidak berdampak langsung pada industri baja.

“Penurunan harga minyak membuat harga solar industri turun, dan PLN harusnya menurunkan tarif listrik industri,” kata Hadi, Selasa (19/1).

Sementara dari penurunan biaya produksi akibat turunnya harga solar, menurut Hadi, efeknya sangat kecil. Sebab penggunaan solar industri pada industri baja hanya di bawah 1%. Itu pun hanya digunakan untuk pembangkit jika listrik dari PLN mati.

Sedangkan untuk pemakaian listrik dan gas itu bisa 11% dari beban produksi. Itu sebabnya ia berharap PLN menurunkan tarif listrik agar bisa memangkas biaya produksi.

Di lain sisi, menurut Hadi, saat ini permintaan baja memang tengah mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan melemahnya nilai Rupiah, rendahnya harga baja dunia, serta melambatnya perekonomian Tiongkok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×