kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Industri baja tuntut lagi kompensasi kenaikan TDL


Senin, 10 November 2014 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Tether menjadi stablecoin paling banyak ditransaksikan karena tersedia di semua bursa kripto dan memiliki likuiditas tinggi.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indonesia Iron and Steel Industri Association (IISIA) kembali menagih kompensasi kenaikkan tarif dasar listrik (TDL) ke Kementerian Perindustrian.

Menurut Chairman IISIA Irvan Kamal Hakim mengatakan, pertemuan dengan Menteri Perindustrian sore, Senin (10/11) adalah untuk mengingatkan kembali soal permintaan kompensasi kenaikkan tarif dasar listrik ke Kemperin.

"Kami datang untuk silahturahmi. Tapi juga saya selaku IISIA mengingatkan beliau akan permintaan kami soal kompensasi kenaikkan TDL," ujar Irvan seusai bertemu Menperin, pada Senin (10/11).

Irvan mengatakan kenaikkan TDL dirasa sangat memberatkan industri. Pasalnya beban energi mengantungi 20%-30% dari beban produksi perusahaan.

Ia mengatakan pihaknya menyerahkan bentuk kompensasi kenaikkan TDL itu ke pemerintah. "Saya kira kompensasi yang masih bisa di fiskal. Entah itu penghapusan/keringanan bea masuk, dan pajak-pajak lain," ujarnya.

Sebelumnya IISIA sudah pernah meminta hal serupa pada September lalu. Namun kompensasi dari kenaikkan TDL soal fiskal ini, masih terhambat eksekusinya dari Badan Kebijakkan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×