kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.937   25,00   0,14%
  • IDX 6.062   -8,76   -0,14%
  • KOMPAS100 782   -2,66   -0,34%
  • LQ45 599   -2,22   -0,37%
  • ISSI 211   -0,03   -0,01%
  • IDX30 332   -1,22   -0,37%
  • IDXHIDIV20 423   -1,37   -0,32%
  • IDX80 89   -0,28   -0,31%
  • IDXV30 115   -0,07   -0,06%
  • IDXQ30 109   -0,08   -0,08%

Industri bantah ada penggelembungan kebutuhan gula rafinasi


Selasa, 06 Maret 2018 / 17:47 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi gula impor - gula rafinasi


Reporter: | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pengguna gula kristal rafinasi (GKR) membantah adanya penggelembungan volume kebutuhan GKR.

"Tuduhan penggelembungan volume kebutuhan dalam kontrak pembelian GKR itu karangan," ujar Koordinator Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIPGR), Dwiatmoko Setiono kepada KONTAN, Selasa (6/3).

Sebelumnya Ketua Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi menyatakan terdapat indikasi kontrak berlebihan antara industri produsen GKR dengan industri makanan dan minuman. Namun. jumlah penggelembungan tersebut saat ini masih dalam proses. "Jumlah kontrak berlebihan saat ini masih dihitung," jelas Bachrul.

Indikasi penggelembungan volume kebutuhan GKR dilihat dari enggannya industri untuk mendaftarkan kontraknya.

Menanggapi hal tersebut, Dwiatmoko meminta pemerintah untuk membuktikan tuduhan tersebut. "Kalau memang ada penggelembungan buktikan saja dan tindak secara hukum," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×