kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.804   28,00   0,17%
  • IDX 8.301   68,61   0,83%
  • KOMPAS100 1.160   20,18   1,77%
  • LQ45 832   18,84   2,32%
  • ISSI 296   0,57   0,19%
  • IDX30 432   10,34   2,45%
  • IDXHIDIV20 514   13,23   2,64%
  • IDX80 129   2,34   1,85%
  • IDXV30 139   2,50   1,83%
  • IDXQ30 140   4,09   3,01%

Industri besar tak perlu ikut lelang gula rafinasi


Rabu, 27 September 2017 / 19:44 WIB
Industri besar tak perlu ikut lelang gula rafinasi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Industri pengguna gula rafinasi skala besar tidak perlu mengikuti lelang. Cukup dengan mendaftarkan kontraknya.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemdag Bachrul Chairi mengaku pihak tetap akan menerima masukan dari para pihak soal lelang gula rafinasi.

Dengan tidak perlu ikut lelang, seharusnya industri besar tidak terkena dampak. Sebagian besar pengguna gula rafinasi adalah industri besar. Industri besar mendominasi penggunaan gula rafinasi sebesar 70%.

Sistem lelang gula ditekankan untuk transparansi perdagangan gula di Indonesia. Bachrul menilai pemerintah kesulitan mendapat data keseluruhan gula rafinasi. "Transparansi akan memperlihatkan data ekspor, impor, kepada siapa, dan berapa jumlah penggunaannya," terang Bachrul, Rabu (27/9).

Seluruh masukan mengenai lelang gula akan menjadi bahan pertimbangan bagi Kementerian Perdagangan. Termasuk mengenai Pasar Komoditas Jakarta sebagai pelaksana lelang.

Saat ini pelaksanaan lelang ditunda dikarenakan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menjadi sasaran lelang belum mendaftar dari seluruh porvinsi. Saat ini IKM masih hanya mewakili 18 provinsi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi mengenai lelang gula. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×