kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.008   45,00   0,25%
  • IDX 5.777   81,50   1,43%
  • KOMPAS100 750   14,74   2,01%
  • LQ45 569   12,13   2,18%
  • ISSI 200   1,70   0,86%
  • IDX30 322   6,65   2,11%
  • IDXHIDIV20 396   7,30   1,88%
  • IDX80 85   1,69   2,03%
  • IDXV30 108   1,37   1,29%
  • IDXQ30 104   1,75   1,72%

Industri jamu masih sanggup tumbuh 5%-10% pada 2012


Selasa, 11 Oktober 2011 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. Seorang penjaga kehormatan mengibarkan bendera NATO di depan kantor Pemerintah Makedonia di Skopje, 12 Februari 2019.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Meski industri jamu lokal tertekan oleh banjirnya produk obat racikan ilegal asal China, namun industri ini diprediksi masih bisa akan tumbuh di 2012.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu) Charles Saerang menuturkan, industri jamu lokal diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 5%-10% pada 2012. Angka itu relatif sama dengan target yang dipatok pada 2011.

Pada 2011, industri jamu dan obat tradisional menargetkan pencapaian omzet sebesar Rp 10 triliun. Sebanyak Rp 3 triliun di antaranya omzet industri jamu, sisanya berasal dari kontribusi industri spa, aromaterapi, dan obat bersuplemen.

Sejatinya, pertumbuhan industri jamu lokal bisa lebih tinggi dari tahun ini. Namun, lantaran menjamurnya peredaran jamu lokal tanpa izin dan masuknya obat tradisional dari luar negeri secara ilegal, membuat sekitar 200 pabrik jamu terdaftar terpaksa gulung tikar pada 2010. "Dampaknya pada pedagang jamu terasa sekali," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×