kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Industri karoseri ditopang permintaan dari pemerintah


Senin, 30 September 2019 / 20:35 WIB
ILUSTRASI. INDUSTRI KAROSERI BUS


Reporter: Kenia Intan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) menyatakan permintaan karoseri tahun ini menurun hingga kurang lebih 10%.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Karoseri Indonesia T.Y. Subagyo bilang, penurunan ini dikarenakan permintaan transporter yang tengah lesu. 

Penurunan paling signifikan disebabkan oleh lesunya permintaan karoseri truk atau angkutan barang akibat kebijakan pembatasan muatan Over Dimension & Over Loading (ODOL) yang terus digalakkan. Sementara itu, permintaan karoseri bus cenderung terjaga karena adanya pesanan dari pemerintah. 

Baca Juga: Maraknya pembangunan jalan tol diyakini akan memacu permintaan bus

Hal senada diungkapkan oleh produsen karoseri PT Delima Carosserie. Produsen yang fokus memproduksi karoseri mobil khusus mengatakan bahwa sebagian besar produknya berasal dari pesanan pemerintah. 

"60% penjualan ke pemerintah, 40% ritel," terang Managing Director PT Delima Carosserie Winston Wiyanta ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (30/9). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipun industri otomotif tengah lesu, Delimajaya mengklaim pemesanan karoseri tidak terpengaruh karena pihaknya mengikuti banyak tender. Adapun sebagian besar tender berasal dari pemerintahan.

Baca Juga: Industri bus belum rasakan dampak positif pembangunan infrastruktur

Hingga akhir tahun ini perusahaan menargetkan penjualan yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Sekadar informasi, kapasitas produksi Delimajaya dalam setahun mencapai 1.200 hingga 1.500 unit karoseri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×