kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Industri kosmetik ketergantungan bahan impor


Selasa, 01 September 2015 / 14:53 WIB


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sebagian besar bahan baku yang digunakan industri kosmetik dalam negeri harus diimpor. Industri ini didorong untuk menggunakan bahan baku dari dalam negeri.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian mengakui bahwa 90% bahan baku industri kosmetik masih impor. "Kami mendorong penggunaan produk dalam negeri, diharapkan juga ketergantungan terhadap bahan baku impor akan berkurang," ujar Saleh pada Selasa (1/9).

Putri K Wardani, Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAKI) mengatakan beberapa perusahaan kosmetik sudah mulai melakukan substitusi impor. "Kalau di perusahaan saya, Mustika Ratu, kami sudah banyak melakukan substitusi dalam negeri," ujar Putri.

Bahan baku kosmetik yang masih impor kebanyakan merupakan bahan kimia campuran pengolah kosmetik. Sedangkan bahan baku yang berasal dari dalam negeri kebanyakkan merupakan bahan baku herbal.

Selain mengurangi ketergantungan impor, kosmetik berbahan baku herbal lebih sehat dan sedang digemari masyarakat. "Soal kosmetik herbal, menurut saya dengan semakin banyaknya kesadaran masyarakan akan kesehatan, maka kesempatan untuk produk produk indonesia yg berbasis budaya itu semakin besar," ujar Putri,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×