kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Industri manufaktur tumbuh 5,25% di kuartal III, begini respons Menperin


Senin, 09 November 2020 / 22:36 WIB
Industri manufaktur tumbuh 5,25% di kuartal III, begini respons Menperin
ILUSTRASI. Industri pengolahan mampu tumbuh positif pada triwulan III tahun 2020 sebesar 5,69% dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pada kuartal III 2020 ini terjadi peningkatan industri manufaktur sebesar 5,25% dari kuartal sebelumnya. Capain tersebut merupakan sinyal yang positif dalam upaya pemulihan ekonomi lantaran pandemi Covid-19.

"Nah ini merupakan hal yang sangat positif. Kita sudah pada posisi rock bottom pada kuartal kedua dan mudah-mudahan kuartal depan kita akan mulai menunjukkan proses pemulihan," kata Agus saat saat konferensi pers virtual update Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Senin (9/11).

Selain itu, Agus menambahkan untuk Purchasing Managers' Index atau PMI juga menunjukan hal yang positif. Hal itu dibandingkan dengan bulan Februari hingga Maret lalu ketika pandemi mulai masuk ke Indonesia.

"Sekarang sudah dalam posisi menggeliat kita mendorong dan kami percaya sebelum berakhirnya tahun 2020 PMI ini bisa masuk ke titik 50% di mana angka 50 itu berarti bahwa industri dalam negeri sudah sampai status ekspansif," jelasnya.

Baca Juga: Pupuk Kujang resmi operasikan pabrik CO2 senilai US$ 7,4 Juta

Mulai menggeliatnya sektor industri juga tak lepas dari keputusan Kementerian Perindustrian dalam mengeluarkan surat edaran terkait koridor dan aturan pada industri-industri untuk bisa tetap melakukan produksi dengan menyampaikan proposal terhadap izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

Agus menjelaskan, IOMKI salah satunya mengatur di mana industri harus memberikan laporan kepada pihaknya terhadap apa saja upaya-upaya mereka untuk melaksanakan protokol kesehatan dan juga mitigasi apabila di industri masing-masing ditemukan kasus-kasus yang berkaitan dengan Covid-19.

"Kami sadar betul bahwa perekonomian melalui kegiatan industri ini tidak boleh ketinggalan, walaupun di satu sisi kami sadar betul juga bawa penanganan kesehatan itu harus di depan, sementara sektor industri harus mengikuti secara ketat di belakangnya," ujarnya.

Baca Juga: Prospek industri farmasi dan obat herbal pada kuartal IV 2020

Banyaknya perusahaan-perusahaan industri yang mengajuan IOMKI kepada Kemenperin, menunjukan resiliensi dari sektor industri manufaktur yang ada di Indonesia ini cukup kuat dan tinggi. Agus juga menyebut semangat pelaku industri untuk tetap memberikan kontribusi terhadap ekonomi juga tinggi.

Secara umum, Agus menyebut semua sektor dapat dikatakan tumbuh jika dibandingkan dengan kuartal II 2020. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 atau year on year (yoy) diakui secara umum masih ada tekanan-tekanan negatif.

Misalnya produksi mobil pada triwulan 3 tahun 2020 ini mencapai 113.560 unit atau naik sebesar 172,78% quarter to quarter. Namun kalau dibandingkan dengan yoy terdapat penurunan sebesar 68,47%.

Baca Juga: Pulihkan ekonomi nasional, Menperin: Implementasi IOMKI perlu optimal

"Kita tahu bahwa industri otomotif ini merupakan industri yang sangat penting karena turunannya atau mata rantainya itu sangat banyak ya, belum lagi kita bicara partisipasi dari industri kecil dan menengah untuk mendukung industri otomotif," jelasnya.

Kemudian industri semen, dibandingkan kuartal II naik 42,09% atau 18,1 juta ton. Namun secara rata-rata tahun 2019 dibandingkan 2020 itu turun sebesar 9%.

"Tapi bottom linenya adalah kita sudah melihat atau ada kurva positif dari semua sektor industri," kata Agus.

Selanjutnya: Manfaat teknologi digital bagi perkembangan usaha IKM di era pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×