kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Industri onderdil masih wait and see untuk produksi baterai mobil listrik


Jumat, 03 Agustus 2018 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Mobil listrik


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

Sementara itu, tantangan untuk mengembangkan baterai mobil listrik juga datang dari kesiapan para pelaku industri komponen kecil dan menengah.

Wan fauzi, sekjen Perhimpunan Industri Kecil dan menengah Komponen Otomotif (PIKKO) mengatakan bahwa banyak anggotanya tengah mempertanyakan kecenderungan jenis komponen yang akan digunakan.

Diakui Wan, industri belum penuh dalam mengatasi kebutuhan komponen otomotif listrik, namun pabrikan bakal menyesuaikan secara bertahap. Ditengah kondisi seperti ini, bisnis komponen masih dibayangi mahalnya harga bahan baku.

Dengan pelemahan rupiah, material komponen yang mayoritas didapatkan dari impor menjadi mahal. "Bisa dibilang 80% kami masih impor," ujar Wan. 

Sementara naiknya harga material belum diimbangi dengan kenaikan harga produk. "Bisa dibilang 80%-90% ongkos produksi dari material, maka untuk dapat margin 5% saja sudah untung," sebut Wan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×