kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Industri penerbangan saat ini dalam masa konsolidasi


Kamis, 13 Januari 2011 / 10:00 WIB


Sumber: Tribunnews | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Terkuaknya berita pemberhentian operasional penerbangan PT Mandala Airlines sejak hari ini (13/1) memang cukup mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, masakapai ini cukup agresif membuka rute internasional tahun lalu.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Asociation (INACA) Emirsyah Satar yang juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia menyatakan keprihatinannya terkait berhenti beroperasinya maskapai penerbangan Mandala Airlines.

"Kita semua pasti prihatin atas masalah yang menimpa Mandala. Semoga masalahnya cepat selesai dan bisa terbang kembali," kata Emirsyah di Jakarta, Rabu (12/1).

Menurut Emir, saat ini dunia penerbangan nasional telah mengarah pada konsolidasi. "Arahnya adalah merger antar airlines untuk memperkuat modal," ujarnya.

Maskapai ke depannya akan berpedoman pada kompetisi antar maskapai. "Dalam skala ekonomi besar, tetapi efisiensi dari masing-masing pemain dibutuhkan," jelasnya.

Namun Emir mengaku sulit memperkirakan berapa nantinya jumlah maskapai yang ideal di Indonesia. "Masalah berapa jumlah pemain yang ideal dibutuhkan, biarkan pasar yang menentukan,” katanya.

Saat ini, ada sekitar 40 maskapai yang memiliki sertifikat beroperasi (air operator certificate/AOC). Nantinya jumlah itu akan berkurang karena proses merger.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×