kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Industri pengembangbiakan ayam didominasi pemain besar


Kamis, 17 November 2011 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyiram tanaman di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2020). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan petir, menurut prakiraan BMKG.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Industri pengembangbiakan ayam broiler di Indonesia masih menjadi pasar yang sulit dimasuki pemain baru. Selain karena industri itu rentan dengan isu penyakit hewan seperti Avian Influenza alias flu burung, usaha pengembangbiakan ayam khususnya broiler masih didominasi produsen komersial skala besar.

Indonesia memiliki sekitar 40 produsen broiler, 16 perusahaan di antaranya termasuk kategori skala besar. Enam belas perusahaan skala besar itu menguasai 75% pangsa pasar industri produksi broiler.

Charoen Pokphand yang menguasai bisnis peternakan bibit ayam atau day-old-chick (DOC) hingga pabrik pengolahan daging ayam menguasai 30% pangsa pasar produksi broiler. Japfa Comfeed yang berbisnis utama sama dengan Charoen, memegang 20%, Malindo 8%, Sierad Produce 5%, CJ 6%, Wonokoyo 5%, dan produsen komersial lainnya memegang 25%.

Perusahaan skala besar itu rata-rata menguasai semua rantai pengembangbiakan ayam mulai dari pemberian pakan ayam hingga pengolahannya.

Sementara perusahaan kecil kebanyakan terlibat kontrak peternakan dengan para produsen komersial itu. Sisanya, perusahaan independen kelas menengah yang mengelola peternakan semikomersial.

Namun, banyaknya pemain pengembangbiakan DOC ini belum sejalan dengan konsumsi di dalam negeri. "Masyarakat Indonesia masih lebih mengandalkan tahu dan tempe sebagai sumber protein," ujar Managing Director Head of Food and Agribusiness Research and Advisory Asia Rabobank International John Baker, Kamis (17/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×