kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini alasan Emirsyah mundur dari Garuda Indonesia


Kamis, 11 Desember 2014 / 14:45 WIB
Ini alasan Emirsyah mundur dari Garuda Indonesia
ILUSTRASI. Asam urat adalah bentuk radang sendi yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Emirsyah Satar sudah mengajukan surat pengunduran diri selaku Direktu Utama PT Garuda Indonesia kepada Kementerian BUMN. Alasan utamanya karena tidak mau menjabat terlalu lama.

"Dia sudah dua periode, harusnya berakhir 22 Maret. Tapi beliau (Emirsyah) mengajukan awal," ujar Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto dihubungi wartawan, Kamis (11/12).

Pujobroto memaparkan bahwa Emirsyah dilantik sejak tanggal 22 Maret 2015, pada saat Menteri BUMN Sugiharto. Hingga sekarang Emirsyah sudah menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia hampir dua periode.

"Besok itu ada RUPS, nah kalau itu disetujui pertimbangannya beliau ingin memberikan lebih awal ke tim yang ditunjuk," ungkap Pujobroto.

Pujobroto memaparkan, sejak Emirsyah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia, banyak terjadi perubahan besar perusahaan BUMN penerbangan itu. Hal yang paling signifikan terlihat perubahannya adalah jumlah pesawat Garuda yang pada 2005 ada 49 unit, sekarang menjadi 160 unit.

"Saat Emir dilantik jumlah pesawat hanya 49 unit 2005, sekarang sudah 160 unit," papar Pujobroto.

Saat ini, Kementerian BUMN tengah menyeleksi sejumlah kandidat untuk menggantikan posisi Emirsyah. Setidaknya ada empat kandidat yang berebut posisi Dirut Garuda. ( Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×