kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Ini Alasan Mengapa Hutama Karya Dipilih Jadi Induk Usaha Waskita Karya


Sabtu, 12 Agustus 2023 / 05:40 WIB
Ini Alasan Mengapa Hutama Karya Dipilih Jadi Induk Usaha Waskita Karya


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah kesulitan keuangan. Demi menyelematkan WSKT, PT Hutama Karya (HK) pun akan menjadi induk usaha Waskita Karya.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengungkap alasan HK dipilih sebagai perusahaan induk WSKT.

“Alasannya karena ada kesamaan (dengan Waskita), terkait konstruksi dan investasi tol,” kata Budi saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (11/08).

Sebelumnya, Budi mengungkap, WSKT akan menjadi anak usaha HK usai gagal menerima penyertaan modal negara (PMN).

WSKT batal menerima PMN setelah Menteri BUMN, Erick Thohir mengalihkan dana sebesar Rp 12,5 triliun ke HK. Alasannya adalah agar Waskita bisa lebih dulu memperbaiki dan menyehatkan keadaan keuangan perusahaan.

Baca Juga: Hutama Karya Mengejar Pembangunan 2 Proyek Infrastruktur di IKN

Budi menambahkan, hingga sekarang belum ada langkah apakah HK akan menjadi holding BUMN karya. “Sejauh ini yang saya tahu hanya Waskita,” ujarnya.

Sebelumnya, isu terkait penggabungan beberapa BUMN karya memang santer terdengar.

Berdasarkan catatan Kontan, pada awal Mei 2023 Erick Thohir sempat menyampaikan konsolidasi di dalam tubuh BUMN karya akan dibagi menjadi dua segmen yakni perusahaan karya skala kecil dan skala jumbo.  

Untuk BUMN karya skala kecil akan diserahkan pada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Danareksa untuk digabungkan dengan skema merger.

Untuk perusahaan besar, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan Hutama Karya (HK) masih dalam kajian.

Baca Juga: PMN Rp 12,5 Triliun Dialihkan, Waskita Karya Bakal Jadi Anak Usaha Hutama Karya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×