kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini alasan pemerintah menunda kenaikan TDL


Kamis, 15 Maret 2012 / 16:53 WIB
Ini alasan pemerintah menunda kenaikan TDL
ILUSTRASI. Murah, harga mobil bekas Mitsubishi Pajero Sport generasi ini tak sampai Rp 200 juta


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik memutuskan untuk menunda rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Semula, kenaikan TDL akan diberlakukan tahun ini. Keputusan menunda kenaikan TDL dilakukan karena tahun ini sudah ada beban kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan TDL kami sepakati untuk ditunda. Kemungkinannya tahun depan sehingga tahun ini bebannya hanya kenaikan BBM saja," kata Jero di Jakarta, Kamis (15/3).

Jika kenaikan TDL dilakukan tahun ini juga, pemerintah khawatiran ada gejolak baru di masyarakat. Apalagi, keputusan untuk menaikan harga BBM subsidi sudah mendapatkan protes di masyarakat.

Dengan penundaan kenaikan TDL ini, konsekuensinya adalah melonjaknya subsidi listrik. Itu berarti, pemerintah harus siap-siap menambah subsidi setrum dari semula Rp 40,45 triliun yang tertuang di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.

Tak tanggung-tanggung, tambahan subsidi untuk listrik tahun ini diprediksi mencapai Rp 49,10 triliun. Ditambah dengan beban subsidi carry over tahun lalu, maka anggaran subsidi setrum tahun ini bisa mencapai Rp 93 triliun.

Kenaikan subsidi ini belum memperhitungkan pembatalan kenaikan TDL tahun ini. Jika ada pembatalan kenaikan TDL tahun ini, maka kebutuhan subsidi setrum bisa bertambah Rp 4,6 triliun menjadi Rp 97,6 triliun. “Ini adalah risiko penundaan kenaikan TDL,” terang Jero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×