kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini alasan Tokopedia tak berpartisipasi di Harbolnas


Kamis, 07 November 2019 / 22:48 WIB

Ini alasan Tokopedia tak berpartisipasi di Harbolnas
ILUSTRASI. andy.dwijayanto@kontan.co.id-Media Briefieng Tokopedia di Hotel Rinra, Makassar, Sulawesi SelatanTahun Ini Kontribusi Tokopedia ke GDP Sulsel Capai Rp 1,44 T ?

KONTAN.CO.ID - MAKASSAR. Ditengah maraknya e-commerce memberikan penawaran dan diskon menyambut Harbolnas,Tokopedia justru memiliki strategi berbeda. Pasalnya perusahaan Unicorn Indonesia ini justru tak ikut ambil bagian baik pada momentum Harbolnas.

Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Lead Tokopedia menyebut pihaknya tidak akan mengikuti event belanja online terbesar di akhir tahun tersebut. Tokopedia, menurutnya justru mengikuti kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih banyak berbelanja pada saat lebaran.

"Kami tidak ikutan (Harbolnas), buat Tokopedia hari belanja terbesarnya adalah Ramadan karena kita orang Indonesia," ujarnya di Makassar, Kamis (7/11).

Baca Juga: Jelang promo 11.11, Blibli.com berharap lampaui target promo 10.10

Melansir data Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) bahwa momentum harbolnas menjadi periode transaksi yang cukup signifikan. Pada 2017, transaksi selama Harbolnas mencapai Rp 4,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat pada tahun lalu mencapai Rp 6,8 triliun.

Sedangkan, tahun ini idEA memperkirakan event Harbolnas yang akan dilangsungkan 11 Desember 2019 itu akan mencatat transaksi sebesar Rp 7,8 triliun. Namun Tokopedia menilai Harbolnas bukan menjadi momentum penjualan terbesar bila dibandingkan dengan ramadan.

"Kalau ngomongin hari belanja terbesar di Tokopedia itu tetap ramadan. Kami mulai tahun 2018 kami punya (program) Ramadan Ekstra dan sampai (ramadan) tahun ini masih berlangsung," lanjutnya.

Baca Juga: Siap-siap, sebentar lagi Lazada mengadakan diskon besar bertajuk festival 11.11

Berdasarkan riset LPEM FEB UI, gross merchandise value (GMV) Tokopedia pada tahun ini akan mencapai Rp 222 triliun. Jumlah tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat ketimbang raihan GMV tahun lalu yang mencapai Rp 73 triliun.


Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Yoyok

Video Pilihan


Close [X]
×