kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini BK lima produk CPO yang berpotensi diubah


Selasa, 27 Mei 2014 / 15:29 WIB
Ini BK lima produk CPO yang berpotensi diubah
ILUSTRASI. pemerintah akan memberikan insentif royalti kepada sejumlah perusahaan batubara yang melakukan hilirisasi


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Review penerapan Bea Keluar (BK) untuk minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dan turunannya memasuki babak baru. Beberapa produk yang berpotensi untuk dinaikkan, diturunkan atau bahkan dibebaskan bea keluarnya antara lain Biodiesel, Bungkil sawit, palm kernel (olein, stearing), cakang sawit serta bio mass.

Panggah Susanto Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan, bio mass termasuk dalam kategoti produk turunan CPO yang berpotensi untuk dikenakan bea keluar karena didalam negeri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku energi.

Catatan saja, saat ini bea keluar untuk bio mass dibebaskan. Dengan adanya bea keluar, diharapkan pemanfaatan bio mass untuk kebutuhan dalam negeri menjadi semakin banyak. "Saat ini bio mass banyak diekspor, sebenarnya kita butuh itu," kata Panggah, Senin (26/5).

Sementara itu untuk biofuel berpotensi untuk diturunkan atau dibebaskan bea keluarnya. Karena selama ini penyerapan biofuel di dalam negeri masih tidak terlalu banyak. Menurut Panggah, penggunaan biofuel dalam negeri tergantung dengan ketentuan harga beli yang diterapkan dan Domestic Market Obligation (DMO).

Panggah bilang pembahasan internal di Kemenperin mengenai review bea keluar CPO dan turunannya sudah dilakukan. Sementara itu untuk pembahasan interdept antar kementerian terkait akan mulai intensif dilakukan pada awal Juni mendatang. 

Menurut Panggah, review bea keluar CPO dan turunannya tersebut tidak akan memakan waktu yang lama. "Saya kira tidak akan terlalu ada masalah karena tidak mengubah terlalu banyak. Lebih mengharmonisasikan dan lebih mendorong lagi ke arah hilir,” kata Panggah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×