kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ini dia 3 oleh-oleh Menteri Kominfo dari Jepang


Rabu, 23 September 2015 / 17:37 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) RI telah meneken Memorandum of Coorporation (MoC) dengan pemerintah Jepang dalam  meningkatkan penerapan teknologi di Indonesia.

Kemitraan ini merupakan "oleh-oleh" Menkominfo Rudiantara saat melawat ke Jepang beberapa waktu yang lalu.

Setidaknya ada tiga bentuk kerja sama yang melibatkan kedua negara. Hal tersebut diungkapkan Menkominfo, usai mengisi acara peluncuran program "Grow Local" dan "Go Global" Baidu, Rabu (23/9) di Hotel Pullman, Jakarta.

Perjanjian pertama adalah uji coba teknologi White Space TV atau lebih dikenal dengan Super Wi-Fi di daerah terpencil. Upaya ini guna meningkatkan penetrasi internet ke daerah-daerah yang dinilai masih awam akan penerapan teknologi informasi.

"Semua ini muaranya kan ke konektivitas. Jadi daerah-daerah terpencil itu bisa merasakan distribusi internet yang merata," kata dia.

Kedua, distribusi konten televisi ke daerah-daerah hampa koneksi. Pemerintah akan menguji coba mekanisme televisi satu segmen. Maksudnya, daerah terisolasi akan disambungkan ke satu antena. Nanti, antena tersebut yang akan menyalurkan konten televisi.

"Di daerah sekitar Labuan Bajo sudah mulai berjalan. Walau baru di 50 rumah. Nantinya akan lebih meluas. Utamanya ke daerah-daerah tanpa coverage sama sekali," kata dia.

Ketiga, mekanisme penanggulangan bencana. Diketahui, Jepang dan Indonesia termasuk dalam golongan negara rentan bencana.

Bedanya, Jepang telah memiliki sistem penanggulangan bencana yang mumpuni. Indonesia nantinya akan membentuk sistem serupa untuk menghalau bencana tahunan.

Untuk mewujudkannya, kata Rudiantara, pemerintah bakal menggunakan frekuensi emas 700 MHz. Frekuensi tersebut saat ini masih digunakan untuk pengoperasian TV analog.

Segera setelah proses digitalisasi dari TV analog ke digital rampung, akan ada digital dividend yang bisa dialokasikan untuk mendukung konektivitas berbagai sektor pertumbuhan ekonomi. (Fatimah Kartini Bohang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×