kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.512   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini harapan pengusaha sawit untuk presiden baru


Senin, 19 Mei 2014 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Emas makin berkilau


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) menaruh harapan besar terhadap Presiden baru. GPPI berharap, Presiden baru terpilih bisa pro terhadap sektor kelapa sawit. Sehingga, industri kelapa sawit bisa menjadi komoditas unggul bagi Indonesia.

Ketua GPPI, Soedjai Kartasasmita mengatakan, pemerintah harus lebih peduli dan mendukung industri kelapa sawit karena potensinya yang sangat besar. Apalagi saat ini, industri hilir minyak sawit tanah air mengarah pada energi terbarukan yakni biodiesel.

"Pengembangan perkebunan dan agro industri CPO tidak hanya terintegrasi dalam perkebunan dan bisnis kelapa sawit. Tapi juga dapat diintegrasikan dengan usaha lain berorientasi pada industri turunan minyak sawit," kata Soedjai.

GPPI membandingkan industri minyak sawit selama masa pemerintahan SBY, dimana industri kelapa sawit dinilai berkembang dan terjadi peningkatan produksi. Meskipun sebenarnya, peningkatan produksi terjadi karena perluasan areal perkebunan selama tahun 2003 sampai 2013 bertambah dari 5 juta hektare (ha) menjadi 9 juta ha.

GPPI menyarankan agar pemerintah baru ke depan tidak hanya fokus pada sertifikasi minyak sawit. Namun, pada pengembangan energi biodiesel dari minyak sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×