kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Ini harapan pengusaha sawit untuk presiden baru


Senin, 19 Mei 2014 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Emas makin berkilau


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) menaruh harapan besar terhadap Presiden baru. GPPI berharap, Presiden baru terpilih bisa pro terhadap sektor kelapa sawit. Sehingga, industri kelapa sawit bisa menjadi komoditas unggul bagi Indonesia.

Ketua GPPI, Soedjai Kartasasmita mengatakan, pemerintah harus lebih peduli dan mendukung industri kelapa sawit karena potensinya yang sangat besar. Apalagi saat ini, industri hilir minyak sawit tanah air mengarah pada energi terbarukan yakni biodiesel.

"Pengembangan perkebunan dan agro industri CPO tidak hanya terintegrasi dalam perkebunan dan bisnis kelapa sawit. Tapi juga dapat diintegrasikan dengan usaha lain berorientasi pada industri turunan minyak sawit," kata Soedjai.

GPPI membandingkan industri minyak sawit selama masa pemerintahan SBY, dimana industri kelapa sawit dinilai berkembang dan terjadi peningkatan produksi. Meskipun sebenarnya, peningkatan produksi terjadi karena perluasan areal perkebunan selama tahun 2003 sampai 2013 bertambah dari 5 juta hektare (ha) menjadi 9 juta ha.

GPPI menyarankan agar pemerintah baru ke depan tidak hanya fokus pada sertifikasi minyak sawit. Namun, pada pengembangan energi biodiesel dari minyak sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×