kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Langkah Kimia Farma (KAEF) Mitigasi Kenaikan Harga Impor Bahan Baku


Senin, 13 November 2023 / 14:52 WIB
Ini Langkah Kimia Farma (KAEF) Mitigasi Kenaikan Harga Impor Bahan Baku


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyiapkan mitigasi terhadap kenaikan biaya impor Bahan Baku Obat (BBO) di tengah lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan, kenaikan nilai tukar dolar tidak dipungkiri dapat berdampak pada kenaikan biaya impor Bahan Baku Obat (BBO).

Ia menjelaskan, Kimia Farma melakukan langkah mitigasi khususnya dengan melakukan kontrak kesepakatan dengan supplier terkait dengan harga bahan baku serta estimasi jumlah kebutuhan bahan baku utama dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Kerja Sama dengan Bukit Asam (PTBA), Cek Rekomendasi Sahamnya

"Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku," kata Ganti saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (13/11).

Lebih lanjut, untuk meningkatkan kinerja di sisa akhir tahun ini, Kimia Farma terus melakukan upaya dalam melakukan penguatan portofolio produknya, antara lain penguatan produk-produk vitamin, mineral, dan suplemen (VMS), di mana kebutuhan produk VMS diperkirakan akan meningkat di tahun–tahun selanjutnya.

Ganti menuturkan strategi Kimia Farma antara lain operational excellence di semua rantai bisnis, efisiensi, peningkatan komersialisasi produk serta optimalisasi working capital dengan berfokus pada prinsip Cash is King untuk dapat mendukung perbaikan operasional secara menyeluruh

"Kimia Farma terus berkomitmen untuk memberikan service excellence kepada pelanggan dan melakukan transformasi untuk mencapai tujuan menjadi garda terdepan layanan kesehatan di Indonesia," pungkasya.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) dan Kimia Farma (KAEF) Teken MoU, Jalani Kerjasama di Sektor Ini

Sebagai informasi, Kimia Farma membukukan pendapatan sebesar Rp 7,72 triliun di kuartal III-2023, meningkat sebanyak 8,15% jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan produk etikal yang meningkat 12,25%, yaitu sebesar Rp 2,89 triliun dari tahun sebelumnya Rp2,58 triliun.

Kemudian, produk generik juga menjadi pendongkrak pertumbuhan pendapatan KAEF. Penjualan produk generik pada kuartal III-2023 menembus Rp 1,82 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,43 triliun atau tumbuh 27,17%.

Penjualan produk Over The Counter (OTC) tumbuh stabil sebesar 2,56% dari Rp 1,62 triliun pada kuartal III-2022 menjadi Rp 1,66 triliun pada kuartal III-2023. 

Baca Juga: Kinerja Masih Terkoreksi, Emiten Farmasi Belum Bergigi

Adapun laba usaha KAEF di kuartal III-2023 naik sebesar Rp 240,58 miliar atau meningkat 76,37% dibanding tahun sebelumnya Rp 136,4 miliar. Hasil ini ditopang dari peningkatan pendapatan sebesar 8,15% dan pendapatan lain–lain sebesar 28,24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×