kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.993   80,00   0,45%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Ini pandangan Hotel Indonesia Natour (HIN) soal pembentukan holding BUMN


Kamis, 30 Januari 2020 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Iswandi Said Direktur Utama Hotel Indonesia Natour


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Iswandi Said menyambut positif keinginan Menteri BUMN Erick Tohir menyatukan hotel-hotel milik BUMN dalam satu wadah. 

Iswandi mengatakan, HIN ikut dilibatkan dalam rencana tersebut mengingat perusahaan ini merupakan satu-satunya BUMN yang punya core business perhotelan. Iswandi mengaku siap mengikuti arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga: Dapat pinjaman, Boeing mulai ekspansi di tahun ini

"Saya sampaikan bahwa untuk penetapan siapa yang jadi lead itu tentu kewenangannya ada di kementerian, saat ini tahapan konsolidasi masih pada fase kajian di bawah kementerian BUMN dan kami siap mengikuti arahan Pak Erick," kata Iswandi di Kementerian BUMN pada Kamis (30/1).

Iswandi menilai pembentukan holding hotel merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, hanya HIN menjadi satu-satunya BUMN yang memiliki inti bisnis di sektor perhotelan.

Sementara puluhan hotel lain justru dimiliki BUMN yang tidak sejalan dengan inti bisnis BUMN tersebut. Ada total 106 Hotel BUMN yang akan dikonsolidasikan dan bermacam-macam konsolidasinya dan itu harus kita lihat.Kebetulan ada 7 induk BUMN yang besar.

Dengan 106 hotel dari berbagai perusahaan pelat merah, BUMN menjadi sebagai pemain terbesar di bisnis perhotelan Indonesia. Skema lain yang menjadi pilihannya adalah hotel-hotel itu digabung dengan beberapa BUMN agar perusahaan, terutama yang sudah tercatat di lantai saham atau go public, agar lebih transparan.

Baca Juga: Blackstone naikkan tawar untuk akuisisi jaringan hotel Jepang, Unizo Holding




TERBARU

[X]
×