Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya menekan konsumsi energi pada bangunan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan konsep bangunan hijau.
Sistem tata udara atau heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) menjadi salah satu komponen yang membutuhkan energi cukup besar dalam operasional bangunan komersial.
Kondisi tersebut mendorong produsen perangkat tata udara mengembangkan sistem yang lebih efisien sekaligus menekan dampak terhadap lingkungan. PT Daikin Airconditioning Indonesia, misalnya, memperkuat pengembangan sistem tata udara untuk segmen bangunan komersial melalui teknologi variable refrigerant volume (VRV).
Wakil Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia mengatakan, pengembangan sistem HVAC yang hemat energi menjadi bagian dari strategi perusahaan mendukung pengurangan jejak karbon di Indonesia.
“Melalui sistem HVAC, hemat energi dan ramah lingkungan untuk mendukung berkembangnya bangunan hijau,” ujar Budi, dalam keterangannya, Rabu (19/8).
Baca Juga: Dirjen Migas Sebut CNG Bakal Diujicoba di Kantin Lemigas, Tabung Sudah Tiba
Menurutnya, perhatian terhadap dampak lingkungan pada perangkat tata udara tidak hanya terkait konsumsi energi saat digunakan. Aspek tersebut juga mencakup material, proses produksi, pengelolaan limbah hingga tanggung jawab produsen terhadap siklus hidup produk.
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam menilai aspek tersebut adalah extended producer responsibility (EPR). Konsep ini menempatkan produsen untuk ikut bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari produk sepanjang siklus hidupnya.
Daikin saat ini memiliki dua seri sistem tata udara komersial terbaru, yakni VRV 6X dan VRV 6A. Kedua produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan sistem tata udara pada bangunan komersial.
Budi mengatakan, perusahaan juga berupaya mendorong standar lingkungan dalam menilai produk tata udara komersial. Daikin menggandeng Green Product Council Indonesia (GPCI) dalam pengembangan aspek penilaian untuk kategori AC VRV.
“Dorongan sertifikat hijau bagi AC komersial dari lembaga independen menjadi penting untuk memberi kemudahan sekaligus kepastian bagi berbagai pihak dalam industri untuk mendapatkan produk ramah lingkungan,” kata Budi.
Daikin menetapkan target mencapai net zero emission pada tahun 2050. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan teknologi tata udara yang diarahkan pada peningkatan efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan.
Seri VRV 6X dan VRV 6A baru-baru ini memperoleh sertifikasi Green Label Indonesia dari GPCI. Berdasarkan verifikasi terhadap aspek material, kualitas produk, proses manufaktur, pengelolaan lingkungan dan limbah, serta EPR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













