kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini pangkal soal dari pengelolaan Blok Mahakam


Senin, 30 Maret 2015 / 19:05 WIB
ILUSTRASI. Ong Seung Wu dalam perannya sebagai detektif yang menyamar pada misi menangkap penjahat di drakor Strong Girl Nam Soon.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

DENPASAR. Polemik penguasaan Blok Mahakam terus berlanjut. Namun, permasalahan yang selama ini dinilai menjadi penghambat negosiasi tersebut sejatinya bukan dari sisi teknis jatah saham dan penguasaan teknologi.

"Sebenarnya, perspektifnya berbeda, ini lebih ke soal legal dan selalu hal itu yang menjadi masalah selama ini," ujar Andang Bachtiar, Anggota Dewan Energi Nasional seusai kegiatan Forum Sharing Teknologi Hulu, (30/3).

Menurutnya, dalam klausul perjanjian penguasaan blok tidak pernah dicantumkan pasal yang memungkinkan pemerintah, dalam hal ini Pertamina untuk melakukan intervensi terhadap kontraktor sebelumnya untuk tetap menjaga produksinya supaya tetap tidak turun meski perjanjian kontrak pengelolaannya akan habis.

Karena jika tidak ada klausul yang menyatakan demikian, bisa saja kontraktor yang bersangkutan secara sengaja menurunkan kegiatan produksinya. Contoh kasusnya seperti yang masih hangat dibicarakan belakangan ini, rebutan kekuasaan Blok Mahakam antara Pertamina, Inpex Corporation dan Total E.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×