kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini penyebab harga daging masih tinggi


Selasa, 24 Juni 2014 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Daftar Anime Fruit Simulator Code Januari 2023 dan Cara Klaim Hadiah Gratis


Reporter: Handoyo | Editor: Edy Can


JAKARTA. Harga daging sapi di pedagang masih tinggi. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menduga penyebabnya karena perusahaan penggemukan (feedloter) masih enggan melepas sapi untuk dipotong.

Menurutnya, para feedloter itu masih mempersiapkan sapi untuk puasa dan Lebaran mendatang. Rusman bilang, feedloter menginginkan harga terbaik sehingga tidak buru-buru lantaran menunggu momentum puasa dan Lebaran.

Atas dugaan itu, dia berharap harga daging sapi tidak menembus Rp 100.000 per kilogram seperti tahun lalu. Dia berharap kisaran harga daging sapi sebesar Rp 80.000 per kilogram hingga Rp 90.000 kilogram. "Kalau mendekati Rp 100.000 itu wajar karena Lebaran," ucapnya.

Kenaikan harga daging sapi selama ini memang selalu menghantui masyarakat terutama menjelang hari raya Lebaran. Maklum, saat itu kebutuhan daging sapi meningkat pesat. Asal tahu saja, pasokan sapi siap potong untuk Juni 2014-Juli 2014 telah mencapai 170.000 ekor atau setara 270.000 ton daging.

Kementerian Perdagangan berencana memperlonggar kebijakan tata niaga impor sapi hidup dan daging sapi. Hal ini dilakukan untuk menekan harga daging sapi di tingkat ritel menjadi Rp 86.000 per kilogram.    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×