kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Penyebab Penurunan Penjualan Mobil Honda Hingga Mei 2024


Selasa, 11 Juni 2024 / 10:34 WIB
Ini Penyebab Penurunan Penjualan Mobil Honda Hingga Mei 2024
ILUSTRASI. penjualan ritel Honda turun 23,16% YoY menjadi 44.056 unit pada Januari-Mei 2024.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas agen pemegang merek (APM) otomotif tampak mengalami penurunan penjualan mobil hingga Mei 2024, tidak terkecuali PT Honda Prospect Motor (HPM).

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel (dealer ke konsumen) Honda turun 23,16% year on year (yoy) menjadi 44.056 unit pada Januari-Mei 2024. Pada saat yang sama, penjualan retail mobil nasional juga turun 14,4% yoy menjadi 361.698 unit.

Sales Marketing & After Sales Director Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, kondisi pasar otomotif pada lima bulan pertama 2024 masih belum stabil akibat ketidakpastian kondisi politik dan ekonomi global maupun nasional.

Baca Juga: Penjualan Mobil Toyota Turun Hingga Mei 2024, Ini Penyebabnya

"Hal ini membuat sebagian konsumen menahan untuk melakukan pembelian hingga situasi dinilai lebih stabil," kata dia, Senin (10/6).

Sampai Mei lalu, Honda Brio Satya menjadi model dengan kontribusi terbesar bagi Honda dengan porsi 43% dari total penjualan pabrikan asal Jepang tersebut.

Guna mengangkat kembali penjualannya, Honda berusaha menawarkan berbagai program penjualan menarik dan aktivitas tukar tambah (trade in) melalui program Honda Certified Used Car. "Kemudian kami akan terus memonitor kebutuhan konsumen pada tiap bulannya untuk memastikan pasokan produk tetap seimbang," pungkas Billy.

Selanjutnya: Saham BREN Tancap Gas Usai Diborong Prajogo Pangestu

Menarik Dibaca: 5 Cara Mudah Menghubungi Teman Lama Lagi, Langsung Coba yuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×