kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ini upaya Krakatau Steel (KRAS) menyelamatkan diri dari kerugian


Jumat, 06 September 2019 / 19:09 WIB
ILUSTRASI. Proses Pengolahan Baja di PT Krakatau Steel Cilegon


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Tendi Mahadi

Tepat di hari ulang tahunnya ke-49, produksi perdana baja gulungan canai panas (hot rolled coil/HRC) dilaksanakan dari hasil produk pabrik peleburan baja terbarunya, blast furnace.

HRC yang diproduksi di fasilitas Hot Strip Mill ini memiliki kualitas free good atau prime, sehingga memenuhi spesifikasi baja komersial.

“Dengan menggunakan input-an baja cair dari blast furnace, kami mampu menurunkan konsumsi penggunaan listrik dan elektroda. Konsumsi listrik bisa kami turunkan hingga sekitar 30%,” ujar Silmy.

Baca Juga: Acset Indonusa (ACST) menambah utang ke United Tractors (UNTR) jadi Rp 4 triliun

Menurutnya proses penyelamatan KRAS membutuhkan paling sedikit dua tahun.

Silmy menambahkan proses penyehatan juga bisa lebih cepat bila produk baja perseroan punya kualitas yang dapat berkompetisi dengan baik, dengan catatan iklim tata niaga baja yang sehat dapat diciptakan di pasar dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×