Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah melanjutkan insentif kendaraan listrik mendapat sambutan positif dari pelaku industri. Kebijakan tersebut dinilai masih menjadi salah satu stimulus penting untuk mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (EV).
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, insentif kendaraan listrik terbukti efektif dalam meningkatkan minat sekaligus daya beli masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
"Hyundai menyambut baik rencana kelanjutan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah karena kebijakan ini terbukti efektif menjadi stimulus utama dalam meningkatkan minat serta daya beli masyarakat terhadap mobilitas ramah lingkungan," ujar Fransiscus kepada Kontan, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Penjualan Mobil Naik 18,3% Hingga Juli 2026, BYD Salip Honda Masuk jajaran Lima Besar
Menurut dia, keberlanjutan insentif berpotensi mendorong pertumbuhan penjualan EV secara signifikan. Bahkan, pertumbuhan pasar kendaraan listrik ke depan berpeluang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya ketika insentif diberikan.
Optimisme tersebut ditopang oleh kondisi pasar EV Indonesia yang dinilai semakin matang. Selain itu, pilihan model kendaraan listrik yang tersedia di pasar domestik juga semakin beragam sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.
"Kami optimis kehadiran insentif ini dapat mendorong pertumbuhan penjualan EV secara signifikan dan berpotensi lebih tinggi dibanding periode sebelumnya seiring dengan makin matangnya pasar serta makin banyaknya pilihan model di Indonesia," jelasnya.
Fransiscus menambahkan, dampak positif dari insentif diperkirakan dapat dirasakan baik pada segmen mobil listrik maupun motor listrik. Besaran insentif menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen ketika memutuskan untuk beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Meski demikian, menurut dia, insentif fiskal saja belum cukup untuk memastikan pertumbuhan pasar EV berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah dan industri juga perlu memperkuat sejumlah faktor pendukung di luar insentif.
Di antaranya adalah kemudahan pembiayaan, penguatan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, serta program yang dapat meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap EV.
"Untuk menciptakan pertumbuhan pasar yang berkelanjutan, kebijakan insentif perlu diimbangi dengan dukungan non-fiskal, seperti kemudahan pembiayaan, penguatan infrastruktur pendukung, maupun program yang meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen," kata Fransiscus.
Baca Juga: Pasokan Molase Terbatas Jadi Tantangan Implementasi E20
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
