kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Intiland Ekspansi Data Center Sembari Optimalkan Portofolio Aset & Proyek Existing


Minggu, 08 Februari 2026 / 17:39 WIB
Intiland Ekspansi Data Center Sembari Optimalkan Portofolio Aset & Proyek Existing
ILUSTRASI. PT Intiland Development Tbk (DILD) (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) ingin mengoptimalkan portofolio aset dan proyek yang sudah ada (existing) di bisnis properti dan kawasan industri.

Pada tahun ini, DILD mengusung strategi tersebut sembari menjajaki diversifikasi dengan menggarap bisnis pusat data (data center).

Aksi terbaru, DILD bersama ION Network meluncurkan DC Land di Intiland Tower Surabaya. DC Land merupakan layanan pusat data yang dikembangkan oleh PT Inti Arunika Persada, perusahaan hasil kolaborasi antara PT Parsaoran Global Datatrans (ION Network) dan PT Intiland Alfa Rendita, anak usaha DILD. Pembukaan kantor DC Land berlangsung pada Jumat (6/2/2026). 

Direktur Intiland Development, Simon J. Wirawan menjelaskan bahwa peluncuran DC Land merupakan bagian dari strategi DILD untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset properti melalui strategi diversifikasi fungsi.

Baca Juga: Intiland (DILD) Gandeng ION Network Luncurkan Data Center DC Land di Surabaya

Kehadiran DC Land memperkuat posisi Intiland Tower sebagai IT Building di Surabaya serta gedung pusat data yang berperan penting dalam perekonomian modern.

“Kolaborasi Intiland dengan ION Network kami harapkan dapat memperkuat daya saing kawasan Surabaya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran DC Land menguatkan daya tarik Intiland Tower bagi banyak pelaku industri digital yang membutuhkan pusat data yang berlokasi strategis dengan latensi rendah,” kata Simon melalui keterangan tertulis pada Jumat (6/2/2026).

Corporate Secretary Intiland Development, Theresia Rustandi menambahkan bahwa DC Land merupakan pilot project untuk Intiland. Dia mengatakan, masuknya Intiland ke bisnis data center merupakan bagian dari strategi diversifikasi dan optimalisasi aset di tengah dinamika pasar properti, termasuk ketatnya ruang kantor tradisional.

"Pengembangan data center adalah langkah adaptif yang strategis untuk menangkap peluang digital dan memperkuat recurring income di masa depan," kata Theresia saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Intiland (DILD) Lunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp 250 miliar

Pengembangan pusat data DC-Land di Intiland Tower Surabaya masih berada pada tahap awal operasional. Theresia mengklaim bahwa minat pasar cukup baik dari pelaku bisnis digital dan layanan data di wilayah Indonesia  timur.

"Fokus Perseroan adalah memastikan kesiapan infrastruktur dan keandalan operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis data center secara berkelanjutan," imbuh Theresia.

Andalkan Portofolio Proyek Eksisting

Masih pada pekan yang sama, Rabu (4/2/2026), Intiland turut menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara sejumlah pengembang dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Melalui entitas anak PT Sinar Puspapersada, Intiland mendukung studi potensi dan pengembangan kawasan terpadu atau Transit-Oriented Development (TOD) di jalur MRT Lintas Timur - Barat Fase 2.

Direktur Utama Intiland Development, Archied Noto Pradono mengatakan, penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal DILD mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam pengembangan kawasan properti terpadu di sepanjang jalur MRT Lintas Timur - Barat, khususnya segmen Kembangan – Balaraja.

Kerja sama ini fokus pada kajian perencanaan terpadu, termasuk identifikasi potensi penempatan stasiun MRT yang terintegrasi dengan proyek kawasan Talaga Bestari, serta eksplorasi skema bisnis dan struktur proyek yang berkelanjutan secara jangka panjang. 

Baca Juga: Intiland (DILD) Perkuat Struktur Keuangan Melalui Strategi Deleveraging

Theresia melanjutkan, strategi bisnis Intiland tahun 2026 diarahkan pada prioritas menjaga keberlanjutan penjualan di proyek-proyek yang sudah berjalan. Oleh sebab itu, Intiland akan mengandalkan kontribusi dari portofolio existing, baik segmen pengembangan perumahan maupun kawasan industri.

Emiten properti yang sahamnya juga dimiliki oleh investor kenamaan, Lo Kheng Hong ini akan fokus pada optimalisasi penjualan proyek berjalan. Antara lain Regatta, Sakha Semanan di wilayah Jakarta.

Sementara di wilayah Surabaya, Intiland memiliki proyek klaster Alba di Graha Famili, Graha Natura, dan Amesta Living.

Selain itu, Intiland juga terlibat dalam salah satu proyek pengembangan kawasan di Ibu Kota Nusantara (IKN). "Terkait IKN, saat ini kami memastikan seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pengembangan proyek dapat berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku," kata Theresia.

Di segmen kawasan industri, Intiland memiliki dua proyek utama, yaitu Ngoro Industrial Park (Mojokerto, Jawa Timur) dan Batang Industrial Park (Jawa Tengah). Selain itu, Intiland juga memiliki portofolio proyek pergudangan Aeropolis Technopark di Tangerang. 

Intiland memandang kawasan industri di Indonesia masih memiliki daya tarik sebagai basis produksi regional, sehingga membuka peluang penyerapan investasi dari penanaman modal asing maupun domestik. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah, Intiland memperkirakan permintaan kawasan industri pada 2026 tetap didominasi sektor manufaktur.

Baca Juga: HKI, DILD, BEST, KIJA & SSIA Ungkap Sektor Potensial yang Bakal Investasi pada 2026

Peluang permintaan terutama datang dari sub sektor yang mendukung penguatan pasar domestik dan substitusi impor seperti logam dasar, makanan dan minuman, kimia, serta farmasi.

Guna menangkap peluang tersebut, Theresia menekankan bahwa Intiland mengembangkan kawasan industri yang selaras dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan investor.

Intiland fokus pada kesiapan infrastruktur, keandalan utilitas, dan fleksibilitas lahan. "Daya tarik kawasan industri Intiland terus meningkat seiring dengan tren relokasi dan ekspansi industri yang membutuhkan infrastruktur siap pakai serta lokasi yang strategis," tandas Theresia.

Selanjutnya: Strategi BCA Mengikat Nasabah Lewat BCA Expoversary 2026

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×