kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Intip peluang ekspor rumput laut di tahun 2013


Rabu, 16 Januari 2013 / 16:19 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan bansos tambahan mulai cair akhir September sampai awal Oktober nanti. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan ekspor rumput laut tumbuh 15% tahun ini dibandingkan tahun lalu sebesar US$ 200 juta. Meski demikian raihan ekspor itu juga tergantung produksi rumput laut.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Saut P Hutagalung mengatakan, ekspor rumput laut selama dua tahun terakhir cukup positif. "Dua tahun lalu masih sekitar US$ 160 juta," kata Saut, Rabu (16/13).

Saut bilang, bilang, mayoritas rumput laut yang diekspor adalah dalam bentuk mentah atau raw material. Penjualan terbesar adalah pasar China.

Sekadar catatan, Indonesia memiliki sumber daya plasma nutfah rumput laut kurang lebih 555 jenis. Potensi budidaya laut di Indonesia terbilang cukup besar, termasuk area untuk budidaya rumput laut yang diperkirakan mencapai 1.110.900 ha.

Saat ini, Indonesia menempatkan diri sebagai produsen rumput laut terbesar dunia dengan produksi 5,17 juta ton di tahun 2011. Oleh karena itu, di tahun 2014 Indonesia menargetkan produksi rumput laut basah sebanyak 10 juta ton atau dalam bentuk produksi kering sebanyak 1 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×