kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investasi US$ 1,5 Miliar, Merdeka Copper (MDKA) Siap Jadi Raksasa Baru Tembaga RI


Minggu, 09 November 2025 / 20:23 WIB
Investasi US$ 1,5 Miliar, Merdeka Copper (MDKA) Siap Jadi Raksasa Baru Tembaga RI
ILUSTRASI. Aktivitas kawasan pertambangan Tujuh Bukit milik Merdeka Copper Gold (MDKA) di Banyuwangi, Jawa Timur (7/9/2023).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

Pembangunan Terowongan dan Eksplorasi

Dalam kesempatan terpisah, Manager Underground Tujuh Bukit BSI Toddy Samuel menyampaikan, pihaknya telah membangun terowongan di bagian selatan pit terbuka Tambang Emas Tujuh Bukit.

Terowongan tersebut memiliki lebar 5,5 meter, tinggi 6,2 meter, dan panjang sekitar 1,89 kilometer dengan kedalaman 70–80 meter di bawah permukaan laut.

“Terowongan ini menjadi akses utama untuk eksplorasi, termasuk kegiatan pemboran (drilling), pengukuran kualitas air, ventilasi, stabilitas batuan, serta pengumpulan data gas, suhu, kelembapan, dan air tanah,” jelas Toddy.

Baca Juga: Simak Strategi Pebisnis Alat Berat Memacu Kinerja Akhir Tahun 2025

Data dikumpulkan secara harian hingga tahunan untuk mendukung studi kelayakan. Hingga kini, BSI telah melakukan pemboran sejauh 291 kilometer di sekitar 1.600 titik lubang bor, dan hasil survei menunjukkan cadangan bijih (ore) mencapai 1,8 miliar ton.

“Berdasarkan estimasi terakhir, umur tambang bawah tanah ini bisa mencapai sekitar 30 tahun untuk fase pertama,” ujar Toddy.

Proyek Strategis Jangka Panjang

Analis Pasar Senior Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit memiliki arti strategis bagi MDKA, mengingat permintaan global terhadap tembaga akan meningkat tajam seiring perkembangan industri kendaraan listrik (EV).

“Penggunaan tembaga dalam kendaraan listrik justru lebih besar dibanding nikel, karena aplikasinya mencakup seluruh sistem kelistrikan, bukan hanya baterai,” terang Nafan, Minggu (9/11).

Baca Juga: CEO Danantara: Pendanaan 18 Proyek Hilirisasi Aman, Investor Percaya

Ia menilai proyek ini akan memperkuat posisi MDKA di industri pertambangan mineral serta meningkatkan kinerja jangka panjang perusahaan.

“Namun, untuk saat ini investor sebaiknya wait and see menanti kejelasan hasil FS dan jadwal konstruksi,” imbuhnya.

Per Jumat (7/11), harga saham MDKA turun 0,41% ke level Rp 2.420 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×