kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.629   76,00   0,43%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor lokal minati bisnis peternakan sapi


Senin, 21 April 2014 / 20:19 WIB
Pekerja membongkar muatan semen untuk dikirim antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (7/7). Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Semen pada 2023.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tingginya konsumsi daging sapi dalam negeri seiring dengan naiknya kelas menengah, membuat banyak pengusaha menanamkan modalnya pada bisnis peternakan sapi.

Himawan Djojokusumo, Deputi Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, saat ini sudah ada satu perusahaan yang mengajukan izin ke BKPM untuk terjun ke bisnis sapi yakni PT Agri Integrasi Mandiri.

Menurut Himawan, perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture antara PT Elders Indonesia dan Koperasi Karyawan Elindo.

“Kami sedang proses izinnya. Rencananya lokasi proyek di Bengkulu Utara," kata Himawan, Senin (21/4).

Himawan menjelaskan Agri Integrasi Mandiri ini akan bergerak di bidang usaha pembibitan (breeding) sapi, budi daya sapi potong dan juga perkebunan kelapa sawit. “Perkebunan sawit nantinya akan membudidayakan sapi atau semacam integrasi sapi dan sawit,” katanya.

Untuk terjun ke bisnis ini, Agri Integrasi Mandiri akan mengucurkan investasi sekitar US$ 2,5 juta. Rinciannya, untuk investasi budidaya sapi sebesar US$ 1 juta. Sisanya sebesar US$ 1,4 juta untuk perkebunan kelapa sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×