Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina (Persero) membantah mengenai data terkait adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi Solar-Pertalite terhitung per 1 April 2026.
Sebagaimana diketahui, beredar isu di masyarakat, baik melalui media sosial seperti X, TikTok, Instagram ataupun yang beredar di jaringan komunikasi seperti WhatsApp, mengenai proyeksi harga BBM yang akan berlaku terhitung pada 1 April 2026.
Adapun dalam data yang beredar utamanya dalam platform X, harga BBM Non subsidi diperkirakan akan naik dengan nilai sebagai berikut:
- Pertamax naik Rp 5.500 per liter menjadi Rp17.850 per liter
- Pertamax Green naik Rp 6.250 per liter menjadi Rp 19.150 per liter
- Pertamax Turbo naik Rp 6.350 per liter menjadi Rp 19.450 per liter
- Dex naik Rp 9.450 per liter menjadi Rp23.950 per liter
- Dexlite naik Rp 9.450 per liter menjadi Rp 23.650 per liter
Baca Juga: BBM Diprediksi Naik 1 April 2026, Ketua Komisi XII DPR: Jangan Dulu Berspekulasi
Terkait hal ini, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan data yang beredar di sosial media tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ungkap dia, Senin (30/03/2026).
Ia menambahkan, informasi valid harga BBM Pertamina hanya bisa dilihat melalui saluran resmi www.pertamina.com
“Pada dasarnya, Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













