Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Graha Buana Cikarang, anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA), melihat peluang pertumbuhan pasar properti usaha seiring meningkatnya aktivitas industri dan bisnis di kawasan Jababeka.
Salah satu produk yang dikembangkan untuk menangkap kebutuhan tersebut adalah Jababeka Bizpark, bangunan multiguna yang ditawarkan mulai dari Rp1,65 miliar.
Jababeka Bizpark menyasar pelaku usaha yang membutuhkan ruang dengan fungsi fleksibel, baik untuk penyimpanan, produksi, distribusi maupun aktivitas komersial. Fleksibilitas tersebut juga memungkinkan ruang di dalam bangunan dikembangkan hingga tiga lantai dengan memanfaatkan ceiling yang tinggi.
Pengembangan produk ini mendapat apresiasi melalui penghargaan Properti Indonesia Award 2026 untuk kategori Property Development–Sub Kategori Industrial Estate Development. Penghargaan tersebut diterima pada malam penganugerahan yang berlangsung pada Rabu (26/8) di JW Marriott Hotel Jakarta.
Baca Juga: Jababeka (KIJA) Berbalik Rugi Rp 6,4 Miliar pada Semester I-2026, Ini Penyebabnya
Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini mengatakan, kebutuhan ruang usaha tidak hanya datang dari bisnis baru, tetapi juga perusahaan yang telah beroperasi di kawasan Jababeka dan membutuhkan ruang tambahan untuk ekspansi.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus apresiasi bagi kami, Jababeka Bizpark hadir di momentum yang tepat, ketika kebutuhan terhadap ruang usaha yang fleksibel semakin meningkat. Kami melihat pertumbuhan tidak hanya datang dari bisnis-bisnis baru, tetapi juga dari perusahaan yang telah beroperasi di kawasan Jababeka dan terus melakukan ekspansi,” ungkapnya, dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026).
Menurut perusahaan, potensi tersebut turut ditopang oleh ekosistem Kota Jababeka yang telah berkembang selama lebih dari tiga dekade sebagai kawasan industri dan kota mandiri.
Saat ini, Kota Jababeka menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 perusahaan dan sekitar 1,2 juta jiwa. Kawasan tersebut juga didukung empat akses tol serta Cikarang Dry Port yang memperkuat konektivitas dan aktivitas logistik.
Ekosistem tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi pelaku usaha maupun investor karena ditopang infrastruktur, konektivitas, sumber daya manusia, serta jaringan perusahaan yang telah terbentuk.
Dengan ekosistem yang semakin matang, kebutuhan properti di kawasan industri juga semakin beragam. Kebutuhan tidak lagi terbatas pada lahan manufaktur, tetapi mencakup pergudangan, bangunan multiguna, area komersial, serta fasilitas pendukung lain yang menunjang rantai aktivitas bisnis.
Baca Juga: Jababeka (KIJA) Genjot Bisnis Pergudangan Multifungsi Lewat Proyek Jababeka Bizpark
Dari sisi pengembangan kawasan, keberadaan ribuan perusahaan di Kota Jababeka juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan bisnis. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan lokasi untuk memulai, mengembangkan, maupun memperluas kegiatan usahanya.
Ivonne menilai, pengembangan produk properti ke depan perlu mempertimbangkan ekosistem yang telah terbentuk di sekitar kawasan, bukan hanya aspek bangunan.
“Kami percaya bahwa pengembangan properti saat ini tidak cukup hanya berbicara mengenai bangunan. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah produk dapat terhubung dengan ekosistem, konektivitas, dan peluang pertumbuhan di sekitarnya. Inilah yang menjadi fokus kami dalam mengembangkan Jababeka Bizpark dan produk-produk lainnya di Kota Jababeka,” tutup Ivonne.
Penghargaan Properti Indonesia Award 2026 tersebut sekaligus memperkuat posisi Jababeka Bizpark sebagai produk properti usaha di kawasan Timur Jakarta yang menyasar kebutuhan pelaku bisnis di tengah perkembangan aktivitas industri dan ekonomi kawasan.
Baca Juga: Jababeka (KIJA) Kantongi Pinjaman Rp 1,2 Triliun dari BRI, Ekspansi Kawasan Kendal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














