kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.946   33,00   0,18%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jadi proyek strategis nasional, Kementerian ESDM pantau proyek PLTP Sorik Marapi


Rabu, 19 Februari 2020 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Petugas memeriksa pipa Proyek Pembangkit Listik Panas Bumi (PLTP) Karaha Unit I PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (30/4). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ama/18


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

Dalam tiga setengah tahun terakhir telah menyelesaikan pengeboran sejumlah 23 sumur pada 6 tapak pengeboran dan menghubungkan Unit 1 sampai dengan 45 MW pada akhir 2019, menjadikan PLTP Sorik Marapi sebagai proyek panas bumi tercepat berdasarkan durasi sejak pengeboran sumur pertama (15 Oktober 2016) hingga operasi (COD 1 Oktober 2020) untuk unit I.

Target pengembangan selanjutnya yaitu Unit 2 45 MW ditargetkan beroperasi akhir tahun 2020, Unit 3 50 MW akhir tahun 2021, Unit 4 50 MW akhir tahun 2022 dan Unit 5 50 MW ditargetkan beroperasi akhir tahun 2023.

Baca Juga: Tahun ini Kementerian ESDM incar pembangunan jargas 266.070 sambungan rumah (SR)

“Saya juga mendorong PT. PGE, PLN, dan pengembang lainnya untuk dapat mempercepat pengembangan proyek PLTP masing-masing agar dapat COD sesuai dengan target yang telah dicanangkan," terang Ida.

Asal tahu saja, sampai dengan akhir tahun 2019, Indonesia telah menghasilkan 2,133 MW tenaga listrik dari sumber daya panas bumi, menduduki peringkat kedua di dunia di bawah Amerika Serikat.

Angka ini diproyeksikan masih akan bertambah seiring dengan perkembangan dari industri panas bumi di Indonesia, mengingat potensi panas bumi di Indonesia yang masih belum dikembangkan sepenuhnya.

Baca Juga: Mulai naik, harga gas alam masih bisa melorot lagi

Ida menambahkan, pengembangan energi baru dan terbarukan merupakan program yang menjadi prioritas bagi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan bauran energi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan energi yang tidak berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×