kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Jelang Lebaran, harga daging sapi makin menebal


Kamis, 19 Agustus 2010 / 09:01 WIB


Reporter: Raka Mahesa W |



JAKARTA. Harga daging sapi diperkirakan akan terus naik sekitar 5-7% hingga H-3 Lebaran mendatang. Pemicu peningkatan harga ini adalah konsumsi yang meningkat tiga kali lipat dari hari biasa, sementara pasokan untuk ini tidak cukup memadai.

Hitungan diatas kertas, kebutuhan daging sapi per hari di wilayah Jabodetabek mencapai 1.000 hingga 1.200 ekor. Untuk wilayah Jawa, cadangan sapi siap potong saat ini sekitar 147.000 ekor. Celakanya, cadangan sapi tersebut sudah berkurang sejak awal Juli lalu.

“Trennya akan naik terus, karena jumlah sapi siap potong sangat terbatas menghadapi Idul Fitri,” ujar Asnawi, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia Wilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi Asnawi, Rabu (18/8).

Harga daging sapi di pasaran saat ini berkisar antara Rp 65.000-Rp70.000 per kg. Asnawi menghitung, tiga hari menjelang Lebaran mendatang, harga daging sapi akan merangsek hingga Rp75.000 per kg.

Itu sebabnya, Asnawi menegaskan, pemerintah harus segera turun tangan untuk menekan harga daging sapi di pasar. Apalagi, kebutuhan dari tiga propinsi seperti Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta akan terus naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×