kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jelang puasa, harga telur bisa meningkat 5%


Senin, 11 Juli 2011 / 19:19 WIB
Jelang puasa, harga telur bisa meningkat 5%
ILUSTRASI. Danareksa Research Institute prediksi bulan September akan deflasi lagi


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Test Test

JAKARTA. Harga telur ayam terus menanjak naik. Mendekati bulan puasa, harga telur diperkirakan akan melonjak 5%. Saat ini saja, harga telur ayam sudah menembus Rp 18.000 per kilogram (kg) di tingkat konsumen.

Menurut Hartono, Ketua Pusat Informasi Unggas (Pinsar), kenaikan harga saat puasa nanti akan mengikuti pasokan dan permintaan. Selain itu, kenaikkan harga juga menyesuaikan dengan peningkatan biaya transportasi. "Yang pasti, kenaikkannya tidak akan lebih dari 5%," ujarnya, Senin (11/7).

Hartono menilai, harga ayam saat ini masih di ambang wajar. Hal ini disebabkan para peternak belum menaikkan harga lebih tinggi meski harga pakan terus meningkat. "Jadi, bisa dibilang peternak itu masih rugi. Malah seharusnya harga telor Rp 30.000 per kg, baru peternak punya daya beli,"

Mengomentari hal ini, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, kenaikan harga telur ayam masih belum merata di semua daerah. "Kenaikkan hanya di beberapa tempat saja," ujarnya. Menanggapi hal itu, Mari berjanji pihaknya akan terus memantau harga bahan pokok di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×