kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Jelang puasa, harga telur bisa meningkat 5%


Senin, 11 Juli 2011 / 19:19 WIB
ILUSTRASI. Danareksa Research Institute prediksi bulan September akan deflasi lagi


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Test Test

JAKARTA. Harga telur ayam terus menanjak naik. Mendekati bulan puasa, harga telur diperkirakan akan melonjak 5%. Saat ini saja, harga telur ayam sudah menembus Rp 18.000 per kilogram (kg) di tingkat konsumen.

Menurut Hartono, Ketua Pusat Informasi Unggas (Pinsar), kenaikan harga saat puasa nanti akan mengikuti pasokan dan permintaan. Selain itu, kenaikkan harga juga menyesuaikan dengan peningkatan biaya transportasi. "Yang pasti, kenaikkannya tidak akan lebih dari 5%," ujarnya, Senin (11/7).

Hartono menilai, harga ayam saat ini masih di ambang wajar. Hal ini disebabkan para peternak belum menaikkan harga lebih tinggi meski harga pakan terus meningkat. "Jadi, bisa dibilang peternak itu masih rugi. Malah seharusnya harga telor Rp 30.000 per kg, baru peternak punya daya beli,"

Mengomentari hal ini, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, kenaikan harga telur ayam masih belum merata di semua daerah. "Kenaikkan hanya di beberapa tempat saja," ujarnya. Menanggapi hal itu, Mari berjanji pihaknya akan terus memantau harga bahan pokok di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×