kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.902   -10,75   -0,18%
  • KOMPAS100 768   -1,60   -0,21%
  • LQ45 586   -0,99   -0,17%
  • ISSI 203   0,09   0,04%
  • IDX30 332   -0,76   -0,23%
  • IDXHIDIV20 411   -0,07   -0,02%
  • IDX80 88   -0,08   -0,09%
  • IDXV30 112   0,70   0,63%
  • IDXQ30 107   -0,46   -0,42%

Jelang Puncak Musim Kemarau, Wilmar Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Karhutla


Jumat, 10 Juli 2026 / 14:41 WIB
Jelang Puncak Musim Kemarau, Wilmar Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Karhutla
Wilmar meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Wilmar/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki musim kemarau, Wilmar meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah operasionalnya. 

Upaya ini dilakukan melalui pelatihan pencegahan karhutla, apel siaga kebakaran hutan, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Head Environment, Health, and Safety (EHS) Plantations PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) Novrie Ronaldy mengatakan, pencegahan karhutla merupakan komitmen bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan, sekaligus mendukung operasional perusahaan yang bertanggung jawab.

Baca Juga: BMKG Perkirakan Puncak Musim Kemarau 2026 Tidak Bersamaan, Ini Prediksinya

"Setiap tahun kami terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan, perawatan sarana prasarana, simulasi, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak," ujar Novrie dalam siaran pers, Kamis (10/7/2026).

Pelatihan dan apel siaga tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, mulai dari camat hingga kepala desa, Kepolisian, TNI, serta perwakilan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. 

Sebanyak 82 peserta yang berasal dari perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) mengikuti kegiatan tersebut, termasuk simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Novrie, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak karena potensi kebakaran dapat meluas melampaui batas wilayah.

Karena itu, sinergi antar-pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan kemampuan deteksi dini, serta mempercepat penanganan sebelum api meluas.

Baca Juga: 7% Wilayah Indonesia Ini Sudah Memasuki Musim Kemarau

Selain memperkuat kesiapsiagaan internal, Wilmar juga aktif bergabung dalam Fire Free Alliance (FFA), sebuah kolaborasi antara perusahaan dan organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui FFA, berbagai program pencegahan dijalankan tidak hanya di area operasional perusahaan, tetapi juga di wilayah sekitar hingga radius lima kilometer. 

Program tersebut mencakup edukasi kepada masyarakat, peningkatan kapasitas, serta kerja sama untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×