kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jelang Ramadan, permintaan CPO naik 9%


Kamis, 31 Mei 2012 / 12:42 WIB
Drama Korea terbaru Youth of May capai rating tertingginya.


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Permintaan crude palm oil (CPO) mengalami kenaikan menjelang kedatangan Ramadan yang bertepatan pada pertengahan Juli nanti. Kenaikan permintaan CPO tersebut diprediksi bisa mencapai 9% dari bulan-bulan sebelumnya.

Hasil survei Bloomberg menyebutkan, permintaan ekspor CPO menjelang Ramadan mengalami kenaikan menjadi 1,63 juta metrik ton dari realisasi ekspor bulan April sebesar 1,49 juta ton.

"Pembeli dari Pakistan, Bangladesh dan negara-negara Timur Tengah mulai menambah stok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri," kata Susanto, Kepala bidang Pemasaran, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) hari ini (31/5).

Selama Ramadan, konsumsi minyak goreng mengalami kenaikan, terutama di negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Selain permintaan untuk Ramadan, kenaikan permintaan CPO untuk minyak goreng untuk stok kebutuhan selama Lebaran.

Dari sisi ketersediaan, produksi CPO di Indonesia diprediksi naik menjadi 2,1 juta ton dari produksi bulan sebelumnya sebesar 1,9 juta ton. Sementara dari sisi harga, malah mencatat penurunan 15% dari level tertinggi 13 bulan pada April lalu.

Penurunan harga CPO terjadi karena adanya kekhawatiran turunnya permintaan CPO dari China, konsumen terbesar CPO untuk minyak goreng. Penurunan permintaan China terjadi karena melemahnya pertumbuhan ekonomi China akibat krisis Eropa utang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×