kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jembo Cable gunakan capex untuk ganti mesin


Selasa, 03 Oktober 2017 / 17:53 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) telah menganggarkan capital expenditure (capex) tahun ini sekitar Rp 70 miliar -75 miliar. Jumlah tersebut sebagian besar diserap untuk penggantian mesin lama.

"Kami tidak menaikkan kapasitas produksi terlalu besar. Hanya mengganti mesin lama dengan mesin baru yang lebih cepat," ujar Antonius Benady, Sekretaris Perusahaan JECC dalam paparan publik perusahaan, Selasa (3/10). Perseroan berencana memperbaruo setidaknya 3-4 mesin, di mana harga satu unitnya bisa mencapai € 1,5 juta.

Adapun kapasitas terpasangnya tidak banyak berubah. Antonius merinci, pabrik Jembo memiliki kapasitas terpasang untuk kabel tembaga sebesar 900 ton perbulan, alias 10.800 ton per tahun serta kabel alumunium sebanyak 1.200 ton per bulan atau 14.400 ton per tahun.

Namun pencapaiannya utilitasnya sampai semester satu kemarin belum maksimal. Antonius mengatakan bahwa utilitas pabrik kabel tembaga masih di kisaran 40%-43%, sedangkan untuk kabel alumunium berada di angka 45%.

Utilisasi yang besar dipegang oleh pabrik kabel optik (fiber optic). Dengan kapasitasnya yang sebulan menghasilkan 300 km kabel, utilitasnya mencapai 70%.

Pembelian mesin baru menggunakan beberapa sumber dana. "Kami dapat kredit investasi dari Bank Mandiri, sekitar Rp 33 miliar. Sisanya kami ambil dari keuntungan perusahaan serta leasing," terang Antonius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×