kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jepang Resesi, Jaya Swarasa Agung (TAYS) Sebut Belum Berdampak ke Kinerja Ekspor


Jumat, 23 Februari 2024 / 17:40 WIB
Jepang Resesi, Jaya Swarasa Agung (TAYS) Sebut Belum Berdampak ke Kinerja Ekspor
ILUSTRASI. Jaya Swarasa Agung klaim kinerja ekspor masih belum terdampak resesi Jepang


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Produsen makanan ringan, PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) mengaku belum terdampak dari situasi di Jepang yang tengah masuk ke jurang resesi.

CEO Tays Bakers, Alexander Anwar mengatakan, sejauh ini kegiatan ekspor produk TAYS ke Jepang masih belum terdampak, malah permintaan cenderung meningkat pesat karena produk TAYS ternyata cukup digemari oleh orang Jepang.

"Sampai saat ini, tren permintaan cenderung naik," kata Alexader kepada Kontan, Jumat (23/2).

Selain itu, kata Alexander, mitra Jepang TAYS yaitu MIXIO Holdings Incorporated membuka Popup Store TRICKS di Shibuya Tokyo, dan bekerja sama dengan Japanese Idol “7 Men Samurai” untuk memasarkan TRICKS di Jepang.

"Untuk ke depannya, kami tetap akan memonitor dan menganalisa situasi pasar terkini di Jepang," tutur Alexander.

Ia menambahkan, saat ini mitra kami di Jepang, MIXIO Holdings Incorporated sedang gencar melakukan marketing campaign di sosial media untuk produk TRICKS dengan bekerja sama dengan boy grup di Jepang yaitu “7 Men Samurai”.

Baca Juga: Begini Strategi Jaya Swarasa Agung (TAYS) Genjot Penjualan pada Puasa-Lebaran

TAYS melihat potensi di pasar Jepang cukup besar untuk mendistribusikan produk-produk TAYS di Jepang. Perusahaan juga memiliki harapan yang besar terhadap penjualan di Jepang dan di negara lain.

Emiten manufaktur makanan ringan ini menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. Sesuai proyeksi perusahaan bahwa capex di tahun 2024 antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar dengan target omzet di angka Rp 386 miliar.

Rencananya dana dari capex tersebut adalah untuk penambahan mesin-mesin yang meningkatkan kualitas baik dari tambahan metal detector dan lain-lain sehingga yang pertama lebih efisien. Selain itu, bakal digunakan di kualitas untuk bisa masuk ke pasar Jepang.

Sebelumnya, di awal Oktober 2023 TAYS telah menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis yang mencakup hak eksklusif untuk distribusi produk ke Jepang yang bekerja sama dengan Mixio Holdings Incorporated yaitu perusahaan Jepang di industri makanan ringan.

Adapun, transaksi ini tidak berdampak material, namun akan memperluas distribusi produk TAYS di pasar internasional. Sebelumnya, Tays Bakers telah meraih peringkat investment grade BBB+ dengan prospek stabil dari Kredit Rating Indonesia (KRI).

TAYS juga terus berupaya untuk memperluas pasar luar negeri. Pencapaian ekspor terbaru perusahaan adalah masuknya produk stick wafer Wasuka ke semua gerai Miniso USA dan 9to9 stores yang ada di wilayah West Coast, Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×