kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

JNE nilai tren industri pengiriman barang tahun ini masih ditopang e-commerce


Rabu, 19 Februari 2020 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menilai tren industri logistik tahun ini masih ditopang sektor e-commerce. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menilai tren industri logistik tahun ini masih ditopang sektor e-commerce. Terlebih, Indonesia sebagai negara hub logistik regional dan sebagai negara kepulauan sehingga berpotensi meningkatkan volume pengiriman barang.

VP Marketing JNE Express, Eri Palgunadi menyebutkan tren industri logistik tahun ini tak terlepas dari tren global yang terjadi. "Secara global, dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan dunia melalui elektronik (e-commerce), maka telah terjadi pertumbuhan berkelanjutan di industri ini," paparnya kepada kontan.co.id, Selasa (18/2).

Baca Juga: Perkuat pasar bisnis uang elektronik, LinkAja gandeng JNE

Menurutnya, pemicu utama yang menyebabkan kenaikan volume pengiriman barang tetap berlanjut dari peningkatan angka penggunaan gawai dan semakin terkoneksinya seluruh wilayah Indonesia dengan Internet. Kemudian pembangunan infrastruktur baru seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan sebagainya yang memungkinkan terjadi percepatan proses pengiriman.

Oleh sebab itu, pihaknya berencana melakukan berbagai inovasi dengan pengembangan dalam teknologi dan infrastruktur seperti IT, jaringan, warehouse, dan lainnya. Pengembangan di sektor tersebut disebutnya dapat mendorong inovasi baik dalam fasilitas untuk pelanggan, produk layanan, dan strategi distribusi.

Baca Juga: Bisnis moncer, JNE targetkan pendapatan naik 35%

Selain itu, pihaknya berencana melanjutkan kolaborasi dan bersinergi dengan pihak lain dalam ekosistem e-commerce yakni  logistik, fintech, dan online platform. "Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini, maka JNE berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak lain di dalam ekosistem tersebut," katanya.

Sekedar informasi, saat ini JNE Express memiliki 7.000 jaringan di seluruh Indonesia. Kemudian, armada roda empat sebanyak 4.000 unit. Per hari, pihaknya mengirimkan sebanyak lebih dari 1,3 sampai 1,4 juta se-Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×