Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten minuman beralkohol (minol), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan sepanjang 2026.
Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa, Audy Charles Lieke, mengatakan BEER akan terus menggenjot ekspansi pasar dan inovasi produk untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan, baik di dalam negeri maupun pasar global.
“Strategi kami di 2026 berfokus pada diversifikasi portofolio. Kami berencana meluncurkan inovasi produk baru yang lebih ringan dan menyegarkan guna merespons tren gaya hidup sehat (mindful drinking),” ungkap Audy, kepada Kontan.co.id, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Gapensi Soroti Lonjakan Biaya dan Skema Proyek, Kontraktor Nasional Tertekan
Dia melanjutkan, Fokus perusahaan adalah menghadirkan produk berbasis bahan alami lokal dengan standar kualitas internasional. Adapun, terkait detail mengenai peluncuran produk akan disampaikan segera pada waktunya.
Dari sisi distribusi, perseroan berupaya memperluas jangkauan domestik sekaligus mempercepat ekspansi ekspor.
Untuk pasar domestik, wilayah Indonesia Timur dan sejumlah kota di Sumatra menjadi target penguatan pasar dalam negeri.
Sementara di pasar global, perseroan mulai melakukan penguatan pasar China yang sudah masuk tahap finalisasi. Harapannya, BEER sudah dapat melakukan penetrasi pasar secara masif di wilayah tersebut pada tahun ini.
Baca Juga: Zyrexindo (ZYRX) Kejar Pertumbuhan Kinerja 30% pada 2026, Begini Strateginya
“Pendaftaran CIFER/GACC untuk pasar China telah berhasil diselesaikan sepenuhnya. Saat ini, perseroan tengah berada dalam tahap finalisasi kesepakatan kontraktual dengan mitra distribusi strategis untuk segera memulai operasional dan penetrasi pasar secara masif di wilayah tersebut pada tahun ini,” jelasnya.
Untuk mendukung strategi tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang difokuskan pada modernisasi fasilitas produksi dan penguatan sistem distribusi berbasis teknologi.
Di sisi lain, industri minol juga tengah dihadapkan tantangan tekanan biaya produksi dan kebijakan cukai. Sebagai langkah mitigasi, perseroan mengandalkan strategi penetapan harga berbasis nilai guna menjaga daya saing.
Kami melakukan optimalisasi internal pada proses produksi dan distribusi agar harga produk tetap kompetitif di mata konsumen tanpa mengorbankan margin perusahaan. Efisiensi adalah kunci kami dalam menjaga daya jangkau pasar,” tandas Audy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













