Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) memproyeksikan permintaan yang cukup kuat pada kuartal IV-2025, seiring dengan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang menjadi periode puncak penjualan minuman beralkohol.
Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa, Audy Charles Lieke, mengatakan bahwa perseroan menerapkan strategi agresif untuk memaksimalkan kinerja akhir tahun, ditopang kinerja produk unggulan yang solid serta distribusi yang semakin luas.
Salah satu pendorong utama kinerja kuartal IV adalah peluncuran produk baru Anggur Nikmat Istimewa (ANI) varian Mapple. Varian ini menawarkan perpaduan tiga rasa buah, yakni Mango, Peach, dan Apple, yang menyasar preferensi konsumen muda.
“Data internal kami menunjukkan lini ANI memberikan kontribusi yang semakin signifikan terhadap pendapatan perseroan sepanjang 2025,” ungkap Audy, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Baca Juga: Pertamina Hulu Rokan (PHR) Genjot Produksi Minyak Lapangan Tua lewat Teknologi CEOR
Selain ANI Mapple, perseroan juga mempertahankan momentum pertumbuhan Daebak Soju yang mencatat tren peningkatan penjualan konsisten sepanjang 2025.
BEER memastikan ketersediaan stok tetap aman di seluruh jaringan distribusi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama musim liburan.
Dari sisi distribusi, BEER memperkuat penetrasi di area dengan tingkat konsumsi tinggi selama Nataru, seperti kawasan pariwisata (Bali, Jakarta, Manado) dan segmen HORECA, serta beach clubs yang menjadi pusat perayaan pergantian tahun.
Menjelang Nataru 2025, perseroan melihat tren permintaan yang lebih stabil dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain ditopang produk-produk eksisting, respon pasar terhadap ANI Mapple dinilai sangat positif.
“Permintaan menjelang Nataru tahun ini menunjukkan peningkatan yang lebih stabil dan lebih tinggi dibandingkan periode serupa tahun lalu,” ungkap Audy.
Ia menambahkan, ekspansi distribusi ke wilayah tier-2 dan tier-3 juga turut memperkuat jangkauan pasar perseroan sepanjang tahun ini.
Manajemen BEER menilai kinerja perseroan di sepanjang tahun 2025 masih sejalan dengan ekspektasi internal.
Meski laporan keuangan 2024 mencatat koreksi penjualan tahunan, BEER tetap membukukan laba bersih Rp 1,78 miliar dengan ekuitas mencapai Rp 233 miliar.
“Perbaikan strategi distribusi dan pemulihan permintaan sepanjang 2025 terutama pada kuartal III, menjadi indikator penting bahwa kami bergerak mendekati target internal,” tambahnya.
Dari sisi kinerja keuangan, penjualan BEER tercatat mencapai Rp 26,55 miliar hingga kuartal III-2025, atau meningkat 26,58% dibandingkan Rp 20,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga berhasil meraup laba tahun berjalan sebesar Rp 2,48 miliar. Maklumlah, di tahun sebelumnya, BEER masih menanggung rugi hingga Rp 2,79 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













