kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

JSI jadi Pengendali, Leyand International (LAPD) Kaji Sejumlah Rencana Bisnis


Jumat, 28 November 2025 / 10:55 WIB
JSI jadi Pengendali, Leyand International (LAPD) Kaji Sejumlah Rencana Bisnis
ILUSTRASI. Leyand International (LAPD) sedang racik strategi bisnis pasca akuisisi JSI Sinergi Mas dan mempertimbangkan restrukturisasi & ekspansi ke energi


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah aksi pengambilalihan saham oleh PT JSI Sinergi Mas, PT Leyand International Tbk (LAPD) tengah meracik berbagai strategi bisnis sambil mendorong integrasi dengan pengendali anyar.  

Direktur Utama Leyand International Bambang Rahardja Burhan menjelaskan, manajemen LAPD bersama JSI Sinergi Mas tengah mempertimbangkan opsi opsi restrukturisasi atau divestasi. 

Ini berkaitan dengan salah satu anak usaha LAPD, yanki PT Rusindo Eka Raya yang bergelut di bidang distribusi barang konsumen alias Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) dan logistik. 

“Saat ini, perseroan dan pengendali baru masih dalam tahap perencanaan. Setiap aksi korporasi yang bersifat material akan kami umumkan melalui keterbukaan informasi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Kemendag Dorong Efisiensi Melalui Simplifikasi Izin Usaha dan Rantai Distribusi

Selain itu, Bambang menilai rencana JSI yang tengah mengembangkan bisnis ke sektor energi dan pertambangan, termasuk pasir silika akan menjadi aliran pendapatan baru yang prospektif bagi LAPD. 

Jika Leyand International ikut masuk ke bisnis JSI, Bambang menekankan, pihaknya akan mematuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. 

Menurutnya, energi dan pertambangan pasir silika merupakan sektor prospektif untuk memulihkan kinerja keuangan LAPD. Meski begitu, semua rencana itu tetap bergantung pada keputusan JSI selaku pengendali baru. 

Di sisi lain, Bambang menegaskan kehadiran JSI sebagai pengendali baru perseroan juga tak membuat LAPD akan delisting atau menjadi perusahaan tertutup alias go private. 

 

"Justru, keberadaan LAPD sebagai perusahaan terbuka membuat sinergi dan integrasi dengan JSI menjadi lebih kuat dan membuka peluang lebih besar untuk menggalang pendanaan dan ekspansi bisnis ke depan," ucapnya. 

Bambang bilang segala rencana pengembangan bisnis yang lebih spesifik akan dimatangkan melalui studi kelayakan dan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami juga akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik dan otoritas terkait apabila rencana-rencana tersebut mencapai final, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal," kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×