kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Juragan batubara minta kurangi kuota wajib pasok dalam negeri


Selasa, 10 Januari 2012 / 14:47 WIB
Juragan batubara minta kurangi kuota wajib pasok dalam negeri
ILUSTRASI. Antrean nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Tangerang Selatan, Selasa (29/12)../pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/29/12/2020.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pengusaha batubara yang tergabung dalam Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) meminta pemerintah memangkas kewajiban pasok batubara untuk industri dalam negeri alias Domestic Market Obligation (DMO). Pengusaha meminta, kuoata wajib pasok dalam negeri dikurangi dari 24,72% menjadi 17% atau 18% dari rencana produksi 332 juta ton pada tahun ini.

Bob Kamandanu, Ketua APBI menyatakan, kuota wajib pasok batubara tahun 2012 terlalu besar sehingga sulit diserap pasar domestik. "Kebutuhan nyata batubara di dalam negeri hanya 65-75 juta ton," ujar Bob kepada KONTAN di Jakarta, Selasa (10/1).

Sementara Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 1991 K/30/MEM/2011 mengatur, wajib pasok batubara di dalam negeri harus mencapai 24,72% dari rencana produksi batubara 2012 sebesar 82,07 juta ton.

Bob menilai, hitungan pemerintah tidak sesuai lagi dengan kemampuan serap batubara domestik. Apalagi, tahun lalu kuoata wajib pasok batubara dalam negeri hanya terserap 65 juta ton sampai 75 juta ton, dibawah ketentuan wajib pasok pemerintah sebesar 78,97 juta ton.

Menurut Bob, penetapan wajib pasok dalam negeri yang berlebihan bisa merugikan pengusaha. Sebab, pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan wajib pasok batubara untuk dalam negeri, ia akan dikenakan sanksi pemangkasan target produksi hingga 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×