Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketatnya persaingan industri otomotif nasional, khususnya melalui tren perang harga yang melanda berbagai pabrikan, LEPAS Indonesia memilih pendekatan berbeda.
Alih-alih terjun dalam kompetisi harga, perusahaan justru menyiapkan dua strategi utama yang diyakini mampu menjaga stabilitas pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Head of Dealer Network Development LEPAS Indonesia, Reva Rackhmadi, menjelaskan bahwa strategi tersebut mencakup pendekatan internal dan eksternal, yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan bisnis Lepas di Indonesia tanpa harus terjebak dalam kompetisi harga yang tidak sehat.
Baca Juga: AirNav Indonesia Pastikan Layanan Navigasi Tetap Lancar Pasca Banjir Sumatera
“Kami hadir dengan dua strategi baik untuk internal maupun eksternal. Dari sisi internal, kami akan membatasi jumlah dealer di kawasan Jabodetabek maksimal 20 dealer. Ini strategi pertama kami untuk mengatasi perang harga dari dalam,” ujar Reva di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025), ICE BSD, Tangerang dikutip Minggu (30/11).
Langkah pembatasan jumlah dealer menjadi strategi kunci Lepas untuk memastikan konsistensi harga di tingkat penjualan. Model bisnis ini mirip dengan strategi premium brand yang mengutamakan pengawasan ketat terhadap jaringan distribusi agar tidak terjadi banting-bantingan harga antarsesama dealer.
Dengan jumlah dealer yang terbatas, Lepas dapat mengontrol margin, menjaga kualitas pelayanan, serta mempertahankan positioning sebagai kendaraan premium.
Di luar pembatasan dealer, strategi kedua Lepas Indonesia berfokus pada peningkatan daya tarik produk melalui teknologi dan fitur kendaraan. Reva menegaskan bahwa Lepas memilih bersaing secara sehat melalui inovasi, bukan harga murah.
“Kami yakin Lepas bisa bersaing lewat teknologi dan keandalan kendaraan. Harga yang dibayarkan konsumen akan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan,” ujarnya.
Lepas membawa konsep “Lepas Elegant Technology”, yang menawarkan sejumlah fitur tingkat lanjut seperti Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA).
Teknologi ini dirancang untuk menyederhanakan pengalaman berkendara sehari-hari dan diyakini bakal menjadi standar penting di industri otomotif ke depan.
“Ini yang kami harapkan, supaya Lepas bisa bersaing tanpa harus ikut bertarung di perang harga,” tambah Reva.
Produk utama mereka, Lepas L8, hadir sebagai kendaraan PHEV premium yang menyasar konsumen berkelas yang mengutamakan gaya hidup elegan, efisiensi, dan kenyamanan. Model ini dibangun di atas tiga pilar brand: Elegant at First Sight, Driving Essence, dan Life Extension.
Dari sisi performa, Lepas L8 menawarkan efisiensi bahan bakar mencapai 1,49 L/100 km, dipadukan dengan kemampuan berkendara listrik murni hingga 100 km. Ketika digabungkan dengan mesin hybrid-nya, total jangkauan kendaraan ini bisa mencapai lebih dari 1.300 km, memberikan fleksibilitas tinggi untuk perjalanan jauh tanpa kekhawatiran.
Baca Juga: Pesanan Rocky Hybrid Tembus 500 Unit, Pengiriman Dimulai pada Akhir November 2025
Selanjutnya: Pesanan Rocky Hybrid Tembus 500 Unit, Pengiriman Dimulai pada Akhir November 2025
Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Indonesia Bawa Pulang Juara Ganda Campuran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













