Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri telekomunikasi terus menempatkan agenda keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis utama.
Di tengah kebutuhan perluasan layanan digital dan peningkatan konsumsi data, operator seluler tidak hanya memperkuat infrastruktur jaringan. Mereka juga memastikan operasional bisnis berjalan lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Telkomsel misalnya, menjalankan strategi pertumbuhan yang terintegrasi dengan agenda keberlanjutan melalui implementasi berbagai program sepanjang 2025.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho mengatakan perusahaan mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan peningkatan dampak keberlanjutan di seluruh lini operasional.
"Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya," ujarnya, Jumat (5/6).
Strategi keberlanjutan Telkomsel melalui tiga pilar utama, yakni Jaga Cita, Jaga Data dan Jaga Bumi. Ketiganya i kerangka integrasi antara pertumbuhan bisnis dan penguatan dampak non-finansial perusahaan.
Baca Juga: AFI Sebut Koperasi Desa Merah Putih Sulit Saingi Waralaba, Ini Alasannya
Pada pilar Jaga Cita, Telkomsel memperluas basis pelanggan dan akses digital dengan dukungan lebih dari 293.000 BTS di seluruh Indonesia. Termasuk ekspansi layanan ke lebih dari 360 desa blank spot. Hingga 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C.
Selain ekspansi infrastruktur, Telkomsel mengakselerasi pengembangan ekosistem digital melalui pembinaan sekitar 90.000 pelajar, UMKM, komunitas, dan talenta muda, serta penguatan kapabilitas internal di bidang AI, keamanan siber, dan data science.
Pada pilar Jaga Data, perusahaan memperkuat sistem keamanan informasi melalui implementasi standar ISO Sementara, pilar Jaga Bumi diarahkan pada efisiensi operasional dan pengurangan jejak lingkungan. Termasuk penggunaan energi terbarukan di 361 BTS berbasis panel surya dan mikrohidro, serta penerapan skema pengelolaan limbah elektronik berbasis recycle, reuse, dan refurbish.
Seluruh kemasan kartu SIM kini juga telah menggunakan material ramah lingkungan. Anak usaha TLKM ini melakukan penanaman lebih dari 12.000 pohon mangrove sebagai bagian dari strategi pengimbangan emisi karbon dan ketahanan lingkungan operasional.
Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz F. M. Hendropriyono menilai, peran dunia usaha semakin krusial dalam merespons risiko perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap ekonomi dan operasional bisnis.
Diaz menyebut, perusahaan yang mampu mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis akan memiliki daya saing yang lebih kuat di masa depan.
"Perubahan iklim adalah tantangan yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan," katanya..
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













