kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.014   14,00   0,08%
  • IDX 7.076   -108,89   -1,52%
  • KOMPAS100 978   -14,71   -1,48%
  • LQ45 718   -8,39   -1,15%
  • ISSI 253   -3,86   -1,50%
  • IDX30 390   -3,73   -0,95%
  • IDXHIDIV20 484   -3,05   -0,63%
  • IDX80 110   -1,44   -1,29%
  • IDXV30 134   -0,40   -0,30%
  • IDXQ30 127   -1,14   -0,89%

KAI dan INKA Akan Dapat Kuncuran PNM Rp 2,27 Triliun, Ini Tujuannya!


Senin, 08 Desember 2025 / 18:29 WIB
KAI dan INKA Akan Dapat Kuncuran PNM Rp 2,27 Triliun, Ini Tujuannya!
ILUSTRASI. Direktur Operasi KAI Awan Hermawan Purwadinata (tengah) meninjau rangkaian Kereta Inspeksi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (2/12/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberangkatkan Kereta Inspeksi untuk memeriksa dan memastikan kesiapan sarana dan prasarana kereta sebagai bagian dari kegiatan menyambut periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wpa.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyertaan modal negara (PMN) Tahun Anggaran 2025 untuk sektor kereta api akan difokuskan pada peningkatan layanan, kapasitas produksi, serta penguatan industri kereta nasional.

Dua perusahaan pelat tersebut adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA), yang menjadi penerima PMN dengan total mencapai Rp 2,27 triliun.

Purbaya menjelaskan PT KAI menerima PMN tunai sebesar Rp 1,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan trainset baru serta retrofit armada KRL Jabodetabek.

Menurut dia, langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan transportasi massal perkotaan yang terus meningkat.

Baca Juga: KAI Resmi Operasikan Kereta Petani dan Pedagang Layanan Commuter Line Merak

"Manfaat yang dapat diperoleh dari penambahan sarana KRL Jabodetabek tersebut adalah meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan KRL, menurunkan kemacetan serta menurunkan emisi," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (8/12).

INKA mendapatkan alokasi PMN sebesar Rp 473 miliar. Suntikan modal ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produksi, termasuk pengembangan teknologi sarana perkeretaapian nasional.

Menurut Purbaya, PMN tersebut akan digunakan melengkapi fasilitas produksi, memperkuat pengembangan sistem propulsi untuk manufaktur sarana di pabrik Madiun dan Banyuwangi.

Dukungan ini diharapkan memastikan ketersediaan sarana perkeretaapian, terutama untuk memenuhi kapasitas angkut penumpang di wilayah Jabodetabek.

"Diharapkan PT INKA dapat menjaga ketersediaan sarana perkereta apian untuk mendukung pemenuhan kapasitas angkut penumpang di wilayah Jabodetabek dan meningkatkan daya saing produk kereta api dalam negeri serta meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri atau TKD dalam produksi produk kereta api," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×