kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kantongi PMN, PT Garam siap ekspansi


Senin, 18 Januari 2016 / 10:17 WIB
Kantongi PMN, PT Garam siap ekspansi


Reporter: Fahriyadi | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Setelah terkatung-katung, akhirnya pemerintah memastikan pencairan dana penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Garam pada awal tahun ini sebesar Rp 300 miliar. Kepastian tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91/2015 Tentang Penambahan PMN untuk PT Garam.

R. Achmad Budiono, Direktur Utama PT Garam menyatakan, setelah mendapat suntikan dana segar,  perusahaan pelat merah ini akan menjalankan semua program yang dibiayai PMN yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2015. "Kami sudah menyusun rencana bisnis PMN ini sejak tahun lalu dan tinggal dieksekusi tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, pekan lalu.

Achmad menyebutkan bahwa program yang dibiayai oleh PMN akan mencakup tiga program besar. Pertama, dana Rp 220 miliar untuk program penyerapan garam rakyat milik petani sebanyak 400.000 ton.

Dana tersebut dibagi dua. Sebanyak Rp 204 miliar untuk menyerap garam rakyat dan Rp 16 miliar revitalisasi lahan garam di Madura.

Kedua, sekitar Rp 64 miliar akan digelontorkan untuk pembangunan pabrik pengolahan garam serta pembangunan pabrik pemurnian garam yang diserap dari petani garam. Ketiga, sisa anggaran akan dimanfaatkan untuk pengadaan lahan pengembangan garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 5.000 hektare (ha).

Achmad menyatakan, dana PMN ini akan menambah anggaran belanja modal PT Garam. Tahun ini, belanja modal PT Garam Rp 24 miliar.

Tahun ini, PT Garam menargetkan produksi garam dari ladang sendiri sebanyak 350.000 ton. Jumlah tersebut  sedikit lebih tinggi ketimbang produksi tahun 2015 yang mencapai 340.000 ton.

Meski jumlah produksi ini nyaris sama dengan tahun lalu, Achmad memastikan tahun ini garam yang diproduksi perusahaan gram plat merah itu adalah garam kualitas 1 (kw 1). Harga jual garam jenis ini mencapai Rp 750 per kilogram (kg).

Selain kualitas produksi yang ditingkatkan, PT Garam berencana memurnikan garam yang diserap dari petani menjadi kw 1. Maklum, 80% produksi garam rakyat sepanjang tahun lalu sebanyak 1,8 juta ton adalah garam dengan kualitas rendah. "Pemurnian menjadi solusi untuk mendongkrak kualitas dan harga garam petani sehingga bisa diterima industri," katanya.

Achmad sendiri mengaku akan memperjuangkan garam rakyat ini untuk menjangkau kalangan industri sehingga impor garam bisa ditutup dan kedaulatan garam bisa tercapai tahun ini. Pada tahun ini, target produksi garam rakyat mencapai 3,5 juta ton atau naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×